Deddy Mizwar Pusing FFI Terancam Batal

Deddy Mizwar Pusing FFI Terancam Batal

- detikHot
Selasa, 11 Des 2007 14:11 WIB
Deddy Mizwar Pusing FFI Terancam Batal
Jakarta - Ketua Penyelenggara FFI 2007 Deddy Mizwar pusing sekaligus menyayangkan, saat mendengar ancaman pembatalan panitia daerah Pekanbaru, tempat FFI diselenggarakan, 14 Desember mendatang.

Tuduhan Dewan Penasehat FFI Panitia Daerah Riau, Edi Ahmad RM menurut bintang film 'Naga Bonar' itu karena kurangnya informasi yang diterima. Padahal jelas Deddy, sudah sejak awal, Panitia Pelaksana FFI Pusat rapat dengan Panitia Daerah.

Dalam rapat tersebut sudah dibicarakan termasuk pengeluaran untuk FFI. Uang yang disebut-sebut Rp 2 miliar, kata Deddy sebenarnya juga tak sebanyak itu. Setelah dipotong pajak dana untuk FFI hanya sekitar Rp 1,6 miliar.

"Kenapa sejak awal tidak dibicarakan. Kita nggak mendesak di Riau, yang meminta kan Riau, bukan kita yang mau. Uangnya dari mana kita tidak tahu," jelasnya saat berbincang dengan detikhot melalui telepon, Selasa (11/12/2007).

Sejak awal Pemda Riau sudah menyetujui anggaran yang dibuat Panitia FFI Pusat. Bahkan DPRD juga sudah setuju. Deddy pun heran jika Edi yang selain anggota Dewan Penasehat FFI Panitia Daerah Riau juga anggota DPRD itu tiba-tiba mempertanyakan apa yang sudah diputuskan bersama.

"Mungkin Pak Edi nggak pernah ikut rapat nggak tahu prosesnya seperti apa, kekurangan informasi. Kalau mau Pak Edi kan sebagai panitia bertanya dengan teman-teman di sana, ke kita sebagai partner," lanjutnya.

Deddy menegaskan kalau memang pihak Panitia Daerah merasa ada korupsi, dibongkar saja. "Semuanya terbuka. Kita nggak mau pegang uangnyalah, jauh-jauhin dari kitalah. Kita sudah kaya," kelakarnya.

Uang yang jumlahnya kurang dari Rp 2 miliar tersebut dikeluarkan panitia FFI di antaranya untuk panggung, lighting, membayar artis, akomodasi dan lain sebagainya. Dari segala pengeluaran tersebut, pihak SCTV yang dituding menerima Rp 2 miliar, menurut Deddy hanya menerima untuk membayar artis. Sedangkan untuk panggung dan lighting yang mengurus tendernya adalah pihak panitia daerah.

"Kalau ada mafia atau ada korupsi bongkar saja. Cuma jangan fitnah karena ada neraka jahanam," tandas Deddy yang akan berangkat ke Pekanbaru, Riau pada 13 Desember mendatang itu.
(eny/eny)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads