Peristiwa di atas terjadi saat film tersebut diputar di Festival Film Asia Afrika (FFAA) pada Kamis (6/12/2007) di aula Universitas Negeri Gorontalo. Melihat antusiasme tersebut film yang juga dibintangi Darius Sinathrya itu akan diputar lagi Jumat, (7/12/2007). Padahal tadinya panitia hanya menjadwalkan sekali pemutaran.
"Antusias warga di sini sangat luar biasa. Kita tidak menyangka yang menonton sebanyak itu, padahal promosi kita benar-benar mepet, " jelas Hermanus, salah seorang staff Departemen Luar Negeri RI, saat ditemui di aula Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Jl. Jend. Sudirman no. 6, Gorontalo, Jumat (7/12/2007).
Masih menurut Hermanus, kemungkinan besar antusiasme tersebut terjadi karena di Gorontalo tidak ada bioskop. "Karena nggak ada bioskop warga di sini mengandalkan VCD dan DVD yang sebagian bajakan,"
Di hari pertama FFAA, mahasiwa dan warga yang mendatangi UNG tercatat sebanyak 1200 orang. "Kalau seperti ini kita adakan lagi tahun depan ya. Sekalian kita undang tamu-tamu dari negara sahabat, " ujar Ibnu Hadi, Direktur Kerjasama Intra Kawasan Asia Pasifik dan Afrika.
FFAA digelar Departemen Luar Negeri bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi. Selain di Gorontalo, festival yang baru pertama kali diadakan itu juga ada di ITB, Bandung, Universitas Sumatera Utara, Medan, dan Universitas Tri Dharma, Balikpapan.
(eny/eny)











































