'The Photograph', Nan Achnas Terinspirasi Dosen
Rabu, 27 Jun 2007 14:50 WIB
Jakarta - Satu lagi film karya anak bangsa akan segera dirilis ke pasaran. Film perdana sutradara Nan Achnas berjudul 'The Photograph' ini terinspirasi dari sepak terjang karir dosennya, seorang juru kamera handal.Soetomo Ganda Soebroto. Nama ini mungkin terdengar asing di telinga. Tapi bagi insan perfilman tahun 60-an tidak demikian. Soetomo ini pernah menjadi juru kamera, sutradara sekaligus penulis Sumandjaya. Ia pernah mengajar di Institut Kesenian Jakarta tempat Nan menuntut ilmu."10 tahun lalu saya dan Paquita (Paquita Wijaya .red) menjenguk almarhum ketika beliau sedang sekarat. Saat itu beliau berpesan kalau dia berikan hidup satu tahun lagi oleh Tuhan, maka dia akan menyelesaikan buku tentang sinematografi," kenang Nan ketika ditemui di acara premier 'The Photograph' di Djakarta Theater, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (27/6/2007).Sejak saat itulah Nan ingin sekali meneruskan perjuangan Soetomo. Akhirnya ia menulis dan menggarap film 'The Photograph' ini. Karena ingin serba sempurna, prosesnya sendiri memakan waktu yang lama.Pencarian pemeran dilakukan Nan dua setengah tahun lalu dan syuting berlangsung di kota Semarang setahun lalu. Setelah melewati proses panjang, Shanty dan aktor Singapura, Lim Kay Tong dipilih jadi bintang utama. Lukman Sardi pun ditambahkan sebagai pelengkap.Lim Kay Tong yang berperan sebagai Johan adalah kunci dari cerita Nan. Dalam penggambaran Nan, Johan adalah sosok seorang fotografer tua berkebangsaan Tionghoa. Akhirnya pencarian pun dimulai. Sampai Nan mencari Lim Kay Tong langsung ke Singapura.'Ketika casting semua pemain-pemain 'Cau Bau Kan' dan 'Gie' saya casting, juga beberapa orang yang mirip orang Tionghoa. Tapi kok nggak ada yang pas," tutur Nan.'The Photograph' akan segera rilis 5 Juli 2007 di beberapa bioskop tertentu di Jakarta. Jika sambutannya tergolong baik baru film ini akan dipublikasikan lebih luas lagi. (yla/yla)











































