Bos Playboy Bantah Jualan Seks
Kamis, 22 Mar 2007 09:48 WIB
Jakarta - Pemimpin Redaksi majalah Playboy Erwin Arnada melalui bendera Velvet Media merilis film 'Jakarta Undercover'. Erwin menegaskan film teranyarnya itu bukan jualan seks.Membaca judul 'Jakarta Undercover', tentu yang terbayang adalah sejumlah cerita panas tentang dunia malam Jakarta. Imej tersebut melekat karena memang itulah yang digambarkan Moanmar Emka, dalam buku yang kemudian difilmkan oleh Erwin itu.Namun menurut Erwin, film 'Jakarta Undercover' tidak sama dengan bukunya. Karena dalam film tersebut, ia tidak mengadaptasi seluruh cerita dalam buku. Erwin hanya mengambil satu kisah, yaitu tentang seorang penari striptis yang memiliki adik autis."Film ini jauh beda dengan bukunya, ada value yang bisa diambil. Saya tidak menjual cerita ini ke arah seks," tegasnya ditemui di premier 'Jakarta Undercover', di Djakrta Theater, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2007) malam.'Jakarta Undercover' sebenarnya sudah selesai digarap sejak akhir 2006 lalu. Bahkan saat pagelaran Jiffest tahun lalu, film tersebut juga diputar. Lantas kenapa film karya sutradara Lance itu baru diputar sekarang? Apa menunggu momen sidang Playboy mereda?Sekali lagi dengan nada tegas, Erwin memberikan jawabannya. Kata pria yang sebelumnya memproduksi film 'Alexandria' itu, rilisnya 'Jakarta Undercover' tidak ada hubungannya dengan kasus yang tengah menimpa dirinya."Saya memang baru dapat jadwal dari 21 sekarang. Jangan dihubung-hubungkan kayak gitu," tukasnya.Jakarta Undercover mengisahkan kehidupan seorang wanita muda bernama Vickitra. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di Jakarta, Vicki (Luna Maya) yang tinggal bersama adiknya yang autis, Ara (Kenisho Arashi), menjadi penari striptis di sebuah klub.Suatu hari sial menimpa Ara. Ia tak sengaja mendengar pembicaraan Haryo (Lukman Sardi), pelanggan klub tempat Vicki bekerja. Isi pembicaraan tersebut adalah Haryo mengaku telah tak sengaja membunuh waria yang dikencaninya.Ara yang ketahuan Haryo mendengar pembicaraannya, terancam ikut dibunuh. Melindungi sang adik, Vicki mengajak Ara berpindah-pindah tempat mengarungi kehidupan malam Jakarta.Film yang dibintangi Luna Maya, Fachri Albar dan Lukman Sardi itu tayang di bioskop mulai 22 Maret 2007. (eny/fta)











































