Juri FFI Tunggu Proses Hukum
Kamis, 04 Jan 2007 16:14 WIB
Jakarta - Keputusan hasil pemenang Festival Film Indonesia (FFI) 2006 lalu dinilai tidak mutlak oleh sebagian mereka. Insan perfilman yang tergabung dalam organisasi 'Masyarakat Film Indonesia' pun mengajukan beberapa tuntutan terhadap FFI termasuk mencabut kemenangan 'Ekskul' sebagai film terbaik.Dewan juri FFI 2006 pun tak tinggal diam menanggapi aksi protes ini. Mereka mengaku siap mendiskusikan masalah ini namun tidak akan mencabut atau mengganti keputusan yang telah diumumkan di depan seluruh khalayak Indonesia itu.Ketua dewan juri FFI 2006, Noorca M. Massardi juga menuturkan bahwa ia mendukung adanya pergerakan ketidaksetujuan atas hasil final FFI. Namun ia juga menyarankan agar para insan film tidak emosional menanggapi masalah ini dan memilih jalur yang benar yaitu lewat hukum."Kalau memang ada penjiplakan atau apapun itu adalah masalah hukum dan harus diproses secara hukum. Hak telah diberikan oleh juri kepada 'Ekskul'. Kalau ada pihak yang membatalkan, sebagai warga negara mereka juga punya hak. Ya harus dengan jalan hukum tentunya," ujar Noorca kepada detikhot belum lama ini.Selebihnya Noorca menegaskan agar tuntutan 'Masyarakat Film Indonesia' ini bisa tersalurkan dengan benar. Siapa yang menggugat, siapa yang digugat, apa alasannya dan segala keterangan harus komplit dan jelas adanya. Pihak juri pasti bersedia bekerjasama demi membela hukum."Kita lihat proses hukumnya. Apapun hasil keputusan hukumnya ya ditempuh dulu prosesnya. Mau sebulan atau sepuluh tahun juga kita tunggu," imbuh Noorca. (yla/yla)










































