Joko Anwar: Piala Citra Harusnya Ganti Nama
Jumat, 22 Des 2006 17:03 WIB
Jakarta - Setelah Ari Sihasale dan Hanung Bramantyo, kini sutradara Joko Anwar urun komentar soal FFI. Joko yang merasa FFI bukan lagi milik pecinta dan penghasil film nyarankan agar Piala Citra diganti namanya. Jadi apa?"Piala Citra Buruk," ujar Joko ketika dihubungi detikhot lewat ponselnya, Jumat (22/12/2006).Argumen Joko pun punya alasan. Sutradara 'Janji Joni' menilai keputusan dewan juri Festival Film Indonesia (FFI) 2006 sangat tidak masuk akal. Hal ini membuat Joko mempertanyakan tujuan awal FFI didirikan.Komitmen untuk membuat para film maker berkarya dan apresiasi masyarakat terhadap film jadi lebih baik malah terlihat tidak konsistan. Acaranya sendiri yang berlangsung di Jakarta Convention Center Senayan semalam (21/12/2006) dinilai kampungan oleh Joko.Para panitia yang mencoba membuat acara terlihat serius tapi santai sama sekali gagal total. Untuk membuat parodi dibutuhkan taste yang tinggi dan suasana semalam tidak bermutu di mata Joko."Para film maker malah bete. Kita bikin film bagus juga nggak penting. Sekarang FFI itu untuk siapa dan dari siapa? Yang jelas bukan untuk kami lagi," tutur Joko.Sementara itu Joko yang memulai karirnya dengan menulis ide film 'Arisan' itu senada dengan Hanung dan menolak kemenangan 'Ekskul' sebagai film terbaik. Joko pun merasa kehadiran FFI bukan lagi sebagai hal yang penting."FFI sekarang sudah jadi milik juri dan panitia. Bikin di pulau mana gitu untuk mereka sendiri deh," tandas Joko. (yla/yla)











































