Produser 'Ekskul' Bela Juri FFI
Jumat, 22 Des 2006 11:51 WIB
Jakarta - Kontroversi kemenangan 'Ekskul' di ajang Festival Film Indonesia 2006 ditanggapi santai produsernya, Shanker BS. Menurut Shanker, yang protes hanya orang sirik saja."Itu hanya orang-orang yang sirik. Boleh periksa, ini sangat bersih, nggak ada politik apapun. Ini memang pilihan yang terbaik," ujar Shanker BS kepada detikhot ketika dihubungi lewat ponselnya, Jumat (22/12/2006). Banyak penonton FFI dan pecinta film dikejutkan ketika pada malam final festival ini, Kamis (21/12/2006) Yenny Rachman dan Raam Punjabi membacakan 'Ekskul' sebagai film terbaik. Film garapan Indika Production ini dari awal memang tak diunggulkan ketimbang film yang diproduseri Ari Sihasale, 'Denias, Senandung di Atas Awan'. Dewan juri FFI yang diwakili Noorca Massardi mengatakan, film yang berkisah tentang penyanderaan dan kekerasan di sekolah itu dipilih karena temanya yang berbeda dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lalu, apakah penyanderaan dan kekerasan pada siswa SMU memang dekat dengan kehidupan sehari-hari di Indonesia?"Tapi kan memang ada di kehidupan sehari-hari kejadian itu. Ini tema yang berbeda, materi kejadian-kejadian dari berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Film ini sangat menyentuh," bela Shanker. Pada penyelenggaraan FFI tahun lalu, Indika Entertainment sempat kecewa karena film jagoannya 'Detik Terakhir' tak berhasil merebut gelar film terbaik dan aktris terbaik. Apakah kemenangan 'Ekskul' ini bisa jadi pengganti kekecewaan tahun lalu?"Ini film sangat menyentuh. 'Detik Terakhir' sudah lewat, tidak ada kaitannya," pungkas Shanker. Baca jugaKisruh Jual-Beli Piala FFI 2006 (fta/dit)











































