Leonardo DiCaprio Dikecam Pengusaha Berlian
Kamis, 29 Jun 2006 14:52 WIB
Tel Aviv - Belum juga dirilis, film terbaru Leonardo DiCaprio telah menuai kontroversi dikalangan pengusaha berlian. Jika naskah asli tak diubah, para pengusaha mengecam akan memboikot film tersebut.Dalam 'The Blood Diamond' dikisahkan bagaimana konflik berlian yang pernah terjadi di Afrika berakhir dengan perang sipil. Di tengah perang berlian yang memakan 50.000 korban jiwa itu, Leonardo berperan sebagai prajurit bayaran yang kerap menyelundupkan berlian di Sierra Leone.Untuk mendapatkan kisah yang benar-benar nyata, Warner Bros. Pictures selaku rumah produksi mengambil kota Afrika Selatan dan Mozambique sebagai lokasi syuting. Rencananya film ini akan dirilis bulan Februari mendatang.Kongres Berlian Dunia mengatakan kisah 'The Blood Diamond' terlalu berlebihan. Ditakutkan film ini akan menurunkan tingkat penjualan berlian dan mata pencaharian penduduk Afrika. Perang berlian telah berakhir, bisnis mulai berjalan lancar. Namun ditakutkan film ini tak mencerminkan keadaan yang sudah terjadi saat ini."Masalah konflik berlian telah berakhir. Film ini membuat publik berpikir bahwa situasi sekarang masih seperti yang dulu, ada suatu ketidakadilan karena kami telah melakukan segalanya," ungkap Shmuel Schnitzer presiden Federasi Bursa Berlian Dunia seperti dilansir detikhot dari Reuters, Kamis (29/6/2006).Dewan Berlian Dunia juga telah bernegosiasi dengan Warner Brothers untuk menambahkan sedikit adegan di akhir film. Perang berlian memang pernah terjadi, namun semua telah berakhir ketika di tahun 2000 ditetapkan bahwa berlian harus memiliki sertifikat resmi. Peristiwa ini disebut dengan Kimberley Process.Mereka meminta Kimberley Process masuk dalam bagian akhir kisah 'The Blood Diamond'. Industri berlian baru saja mulai bangkit, banyak hal yang bisa mendukungnya. Termasuk film yang dibintangi Leonardo dan Jennifer Connelly ini. (yla/)











































