Pemutaran Pertama 'Da Vinci Code' Disambut Dingin
Jumat, 19 Mei 2006 15:00 WIB
Jakarta - Hebohnya kontroversi film 'The Da Vinci Code' ternyata belum mampu menggerakkan pecinta film untuk berlomba-lomba menyaksikan pemutaran perdananya. Di Jakarta, Surabaya, Medan, Pontianak, sampai Denpasar, penonton masih tergolong sepi.Mulai hari ini, Jumat (19/5/2006), film, 'The Da Vinci Code' diputar di serentak Indonesia dan beberapa negara lainnya seperti Singapura, Amerika, Canada, Denmark, Thailand, dan masih banyak lagi.Film yang diadaptasi dari novel karya Dan Brown itu cukup kontroversial karena mendapat protes dari kelompok Katholik di berbagai negara. Protes tersebut dilancarkan karena beberapa kisah dalam novel itu seakan menentang fakta-fakta yang tertulis dalam injil.Namun protes tersebut dianggap angin lalu oleh sang pengarang. Dan Brown yang juga menulis novel 'Angels and Demon' itu keukeuh kalau karyanya yang laku sampai lebih dari 12 juta kopi di seluruh dunia itu adalah cerita fiksi semata. Menyusul novel, kisah petualangan profesor Robert Langdon memecahkan kode rahasia itu diangkat ke dalam bentuk film. Ron Howard adalah sutradara yang dipercaya untuk mengarahkan Tom Hanks dan Audrey Tatou sebagai tokoh utama.Menjelang rilisnya, film ini banyak disambut kontroversi. Di Vatikan dan India, beberapa kelompok menyerukan boikot terhadap film ini. Sedangkan di Thailand, 10 menit terakhir film digunting badan sensor atas desakan kelompok agama setempat.Di berbagai negara, kontroversi itulah yang membuat penonton makin penasaran. Di Amerika, pesanan tiket untuk menonton 'The Da Vinci Code' sudah hampir terjual habis. Bahkan penjualannya 10 kali lipat lebih banyak ketimbang 'Mission Impossble: III' pada pekan pertama rilisnya.Berbeda dengan di Indonesia. Selain kontroversi tak ramai, ternyata sambutan penonton akan film ini juga adem-ayem saja.Tak terlihat gelombang penonton yang rela bolos kantor atau dengan sengaja meluangkan waktunya untuk menonton pemutaran pertama film kondang ini.Di Jakarta, bioskop Senayan, Blok M, Cilandak, Semanggi, dan Setiabudi mengaku tak ada antrian yang berarti untuk pemutaran pertama film pada pukul 13.00 dan 14.15. "Agak ramai, tapi nggak sampai penuh," ujar petugas Senayan 21 yang enggan disebutkan namanya, kepada detikhot, Jumat (19/5/2006). Sedangkan petugas 21 Cineplex di Pondok Indah dan TIM bahkan mengaku pemutaran perdana 'The Da Vinci Code' tergolong cukup sepi.Begitu juga di berbagai daerah di Indonesia. Hari ini, film tersebut juga diputar serentak di Bogor, Tangerang, Surabaya, Medan, Pekanbaru, Pontianak, Malang, Surakarta, Ujung Pandang, Yogyakarta, dan Denpasar. Namun ketika dihubungi detikhot, petugas bioskop dari masing-masing daerah ini mengaku tak ada lonjakan penonton yang berarti."Mungkin nanti malam, atau besok pas akhir pekan baru ramai," prediksi petugas 21 SUN, Medan. (fta/)











































