4 Film Indonesia Tayang di Busan International Film Festival 2021

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Kamis, 16 Sep 2021 13:38 WIB
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
(Foto: dok. Palari Films) 4 Film Indonesia Tayang di Busan International Film Festival 2021
Jakarta -

Busan International Film Festival (BIFF) 2021 akan digelar bulan depan. Empat film Indonesia terseleksi masuk dan akan ditayangkan di ajang bergengsi tersebut.

Empat film Indonesia yang akan ditayangkan di BIFF 2021 salah satunya adalah Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Sebelumnya, film arahan sutradara Edwin itu juga sudah dipastikan akan tayang di TIFF (Toronto International Film Festival) 2021 dengan judul internasional Vengeance is Mine, All Others Pay Cash.

Selain itu Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas juga jadi juara di Locarno Film Festival. Dalam ajang tersebut, film ini memenangkan penghargaan tertinggi dan jadi penghargaan pertama buat sutradara Indonesia di festival film tersebut.

Bersama Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas akan tayang juga Yuni, film pendek Laut Memanggilku, dan Penyalin Cahaya di Busan International Film Festival 2021.

Film Yuni berlaga di TIFF 2021.Film Yuni berlaga di TIFF 2021. Foto: dok. fourcolorfilms

Yuni juga sebelumnya sudah dipastikan akan tayang di TIFF 2021 dan berkompetisi di Profram Platform bersama tujuh film dari negara lain. Kamila Andini bekerja sama dengan produser Ifa Isfansyah dalam film Yuni.

Film Yuni diproduksi oleh Fourcolors Films berkolaborasi bersama Akanga Film Asia SIngapura, Manny Films Perancis, serta Torino Film Lab. Film ini juga jadi salah satu film yang mendapat dukungan untuk Distribusi Internasional Direktorat PMMB Kemendikbud Ristek Republik Indonesia dalam Program Pendukungan Film Indonesia.

Sementara itu film pendek Laut Memanggilku diproduseri oleh Mandy Marahimin. Film ini menampilkan kisah tentang kerinduan seorang anak kecil. Menurut sutradara Tumpal Tampubolon, film Laut Memanggilku lahir dari rasa kehilangan akan hal-hal sederhana yang dirampas dari sebagian orang karena pandemi COVID-19.

"Film ini lahir dari rasa kehilangan akan hal-hal sederhana yang telah dirampas dari kita oleh pandemi ini; jabat erat, rangkulan, pelukan, ciuman. Melalui film ini saya memikirkan ulang makna dari sentuhan, bagaimana selama ini sentuhan dari orang-orang dan makhluk hidup lainnya, telah membentuk, merawat, mengobati, dan menemani saya. Saya belajar bahwa saya tidak sendirian," ujarnya tentang inspirasi dari Laut Memanggilku dalam rilis yang diterima detikcom.

Film Pendek Laut MemanggilkuFilm Pendek Laut Memanggilku Foto: dok. Poplicist

Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja juga telah diumumkan masuk ke seleksi BIFF 2021 di program New Currents. Film ini jadi wakil film Indonesia ketiga yang lolos dalam program tersebut setelah Babi Buta Yang Ingin Terbang karya Edwin (2008) dan The Mirror Never Lies karya Kamila Andini (2011).

Film-film ini diperkirakan akan tayang di bioskop Indonesia pada akhir 2021. Mengingat mulai 16 September 2021 bioskop di Indonesia sudah buka kembali usai PPKM Darurat diberlakukan.

(aay/dar)