Produseri Doku Pulau Plastik, Angga Sasongko Ingatkan soal Perubahan Iklim

Devy Octafiani - detikHot
Kamis, 08 Apr 2021 17:03 WIB
Pulau Plastik
Film dokumenter Pulau Plastik / Foto: (dok. Watchdoc/Visinema)
Jakarta -

Plastik dan keberadaannya yang menjadi sampah yang sulit diurai menjadi perhatian bagi sineas Angga Dwimas Sasongko. Dokumenter Pulau Plastik disebutnya sejalan dengan isu perubahan iklim.

Angga Sasongko memaparkan alasannya ambil bagian dalam mendukung perilisan film ini ke bioskop.

"Sebelumnya jarang ada dokumenter dengan isu seperti ini dapat ditampilkan di medium yang besar. Climate change ini hal yang kita hadapi di luar pintu rumah gitu, kalau korupsi ada di Kuningan tapi kalau isu ini kita hadapi setiap hari di luar pintu rumah," ungkapnya dalam jumpa pers via Zoom, Kamis (8/4/2021).

Selama ini ada stigma bahwa film dokumenter terkesan berat dan tak populer. Namun bagi Angga, menggaungkan soal krisis lingkungan terutama sampah plastik seperti yang ada dalam dokumenter ini penting untuk disebarkan dalam medium yang lebih besar yakni lewat layar lebar.

"Kami di Visinema sangat fokus untuk memproduksi film di layar lebar dan waktu itu harapannya adalah dengan masuk ke banyak medium, film ini bisa diakses dan dibicarakan banyak orang," ungkap Angga lagi.

Film PULAU PLASTIK, yang diadaptasi dari serial dengan judul yang sama ini, disutradarai oleh Dandhy Laksono dan Rahung Nasution. Menurut Dandhy Laksono, "Pulau Plastik bukan hanya kolaborasi para produser, film maker, dan karakternya, juga kombinasi antara ilmu pengetahuan, aktivisme jalanan, kerja-kerja kesenian, hingga investigasi dalam videografi. Kami juga bekerja dengan para kru yang telah memiliki jam terbang tinggi dalam merekam masalah ekologi dan kebijakan politik."

Rahung Nasution juga menambahkan, "Film ini memotret satu bagian sejarah manusia di Indonesia yang berusaha keluar dari masalah dengan tidak menimbulkan masalah baru."

Ewa Wojkowska, Chief Operating Officer Kopernik sekaligus produser eksekutif film ini, menyambut gembira penayangan film ini.

"Kami mengawali inisiatif ini di Bali dengan harapan bahwa budaya dan kearifan lokal dapat menjadi landasan dan bagian dari solusi untuk mencegah timbulan sampah plastik sekali pakai yang terus meningkat. Melalui penayangan film Pulau Plastik, kami harap dapat menginspirasi dan mendorong masyarakat yang lebih luas," tukasnya.



Simak Video "BNI Creativepreneur : Creating Demand For Movie Enthusiast"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/dar)