Kisah Tragis Para Pemeran Power Rangers

Devy Octafiani - detikHot
Jumat, 12 Mar 2021 13:54 WIB
Power Rangers
Power Rangers / Foto: (dok. Saban Entertainment)
Jakarta -

Power Rangers menjadi salah satu serial televisi yang digandrungi di era 1990-an. Kesuksesan itu membuat hadirnya Power Rangers di versi film di 1995, 1997, dan 2017.

Dimulai dari serialnya, Power Rangers memulai debutnya di 1993 dan menjadi favorit anak-anak di seluruh dunia. Semesta para superhero itu menghasilkan lebih dari USD 6 miliar lewat penjualan mainannya.

Serial ini diadaptasi dengan budget murah dari acara televisi Jepang bernama Sentai Zyuranger. Penampilan Power Rangers itu kemudian diadaptasi ke dalam versi Amerikanya.

Dengan premis sederhana, Power Rangers mengisahkan 5 remaja yang diberi kemampuan dapat berubah menjadi Power Rangers dan mengalahkan musuh jahat mereka, Rita Repulsa.

Ada sejumlah hal yang ironis di balik kesuksesan serial ini. Bintang-bintangnya dikabarkan mengalami perlakuan buruk di lokasi syuting.

Pemeran Ranger biru, David Yost keluar dari serial ini usai dirinya jadi korban bully karena ekspresi seksualitasnya. Ia kerap diejek karena dirinya homoseksual.

"Alasan saya keluar adalah karena saya terlalu sering disebut 'homo'. Saya mendengarnya beberapa kali saat mengerjakan serial ini yang mana ejekan itu datang dari pencipta, produser, penulis, sutradaranya," jelasnya dalam wawancara tahun 2010.

David Yost pergi dan perannya sebagai Ranger Biru diceritakan dikirim untuk tinggal di planet yang jauh yang secara halus diartikan karakter yang ia perankan dihapus.

Power RangersPara pemeran Power Rangers Foto: (dok. Saban Entertainment)

Tiga karakter lainnya, para pemeran Ranger merah yang diperankan oleh Austin St. John, Ranger hitam yang diperankan Walter Emmanuel Jones, dan Yellow Ranger Trini, alias Thuy Thang juga keluar karena sengketa gaji.

Sukses dengan pendapatan yang dihasilkan, serial Power Rangers diproduksi dengan budget rendah. Gara-gara hal itu, pengalaman buruk pun sempat dialami pemerannya.

Pemeran Ranger Pink, Amy Jo Johnson hampir kehilangan nyawanya dalam adegan aksi kembang api yang gagal di set.

"Ada mesin yang tiba-tiba mulai berasap. Aku bisa melihat asapnya keluar saat itu dari sudut mata saya dan saya terkejut, apa yang terjadi? Akhirnya mesin itu terbakar," kisah Amy Jo Johnson.

"Kami bekerja sepanjang waktu. Kami bekerja sangat lama di acara tersebut. Dan kami tidak akan pernah dibayar seperti yang seharusnya kami terima," ungkap Austin St. John si Ranger Merah.

Terlepas dari masa-masa sulit di lokasi syuting, aktor Amy Jo Johnson berterima kasih kepada Haim Saban dalam surat terbuka yang diterbitkan di surat kabar Variety.

Haim Saban merupakan kreator dari serial ini yang akhirnya mendapatkan kepemilikan waralaba Power Rangers di 2018 setelah selama 7 tahun lisensinya dimiliki oleh The Walt Disney Company.

Amy Jo Johnson berterima kasih atas kesempatan yang ia dapatkan terlibat di serial Power Rangers.

"Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk akhirnya berterima kasih karena telah mengizinkan saya menjadi Pink Power Ranger original milik anda," tuturnya.

Jo Johnson menyebut dirinya tetap mensyukuri pencapaian yang ia dapatkan selama terlibat dalam Power Rangers. Baik dan buruk yang pernah ia alami, Amy Jo Johnson menyampaikan kritiknya secara halus terhadap Haim Saban.

"Terlepas dari kenyataan bahwa saya dibayar minim dan hampir mati beberapa kali karena aksi beranggaran rendah yang dilakukan, saya selamanya bersyukur," tukasnya.



Simak Video "Pua Magasiva, Aktor ''Power Rangers'' Meninggal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/tia)