Puteri Indonesia Harap-harap Cemas
Selasa, 24 Jan 2006 18:11 WIB
Jakarta - 2 Februari 2006, film layar lebar perdana yang dibintangi Puteri Indonesia 2006 Nadine Chandrawinata akan diputar di bioskop. Perasaan Nadine? "Deg-degan. Bagaimana ya nanti tanggapan dari orang-orang. Bagus atau nggak," tuturnya saat berbincang-bincang dengan detikhot beberapa waktu lalu. Dalam film berjudul 'Realita Cinta dan Rock n Roll' itu Nadine dan dua aktor muda, Junot dan Vino Bastian, dipercaya menjadi bintang utama. Proses syuting dilakukan tahun 2005 lalu. Saat itu, Nadine sudah berada dalam masa karantina untuk ajang Puteri Indonesia. "Aku sampai harus izin nggak ikut karantina beberapa hari. Mau bagaimana lagi. Soalnya sudah terikat kontrak. Lagipula waktu itu aku nggak pernah membayangkan akan lolos menjadi finalis," cerita Nadine. Untungnya, lajang berdarah Jerman-Jawa Timur ini didukung penuh oleh Yayasan Puteri Indonesia (YPI). Jadi Nadine diberi kesempatan untuk "bolos" sejenak. Dukungan YPI tak hanya diberikan saat proses syuting. Bahkan ketika film ini dijadikan alat mendiskreditkan Nadine, yayasan yang sukses menelurkan Alya Rohali, Angelina Sondakh dan Artika Sari Devi ini tetap memberi support penuh. Menurut Humas YPI Mega Angkasa, belakangan ini pihaknya kerap dihubungi perihal foto bergambarkan Nadine sedang merokok. "Foto itu beredar. Banyak yang protes kok Puteri Indonesia seperti itu. Mereka nggak tahu kalau foto itu diambil dari adegan film. Itu hanya akting," tutur Mega. Dalam 'Realita Cinta dan Rock n Roll', Nadine juga beradu peran dengan aktor lawas Barry Prima. Pria yang kerap bermain dalam film laga itu kini menjajal peran sebagai waria. (ine/)











































