'Paradise Now' Tak Laku di Palestina
Jumat, 20 Jan 2006 09:13 WIB
Jakarta - 'Paradise Now' film yang diganjar penghargaan Golden Globe 2006 untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik, kini tengah menuai kontroversi di kampung halamannya, Palestina, seperti dilansir detikhot dari MSNBC.com Kamis, (19/01/06).Film yang bersetting di Nablus, Tepi Barat, Palestina, ini bercerita tentang dua orang mekanik yang dikirim untuk menyelamatkan usaha bom bunuh diri di Tel Aviv. Mereka harus mencukur jenggotnya untuk memudahkan menyusup di kerumunan orang Israel. Dikisahkan mereka sempat berdoa dan membuat video perpisahan.Walaupun belum pernah diputar di Nablus, banyak penduduk sudah melihat cuplikannya dari siaran satelit. Kebanyakan dari mereka merasa kecewa dan tidak senang. Bahkan banyak yang mengecam dan menyatakan film itu jauh dari kesan heroik. "Film itu tidak menolong Palestina," tutur seorang militan bersenjata Palestina yang tidak mau memberikan namanya."Film tersebut tidak menarik bagi kami. Kami sudah cukup punya masalah dengan orang-orang yang tak punya cukup uang untuk makan," ujar Ghassan seorang penjual sepatu. Film besutan sutradara Hany Abu Assad ini telah diputar 60 negara dan mendapat pujian dari seluruh dunia. Pria Arab kelahiran Israel yang menyatakan dirinya seorang Palestina, percaya bila kemenangan "Paradise Now" membuktikan pengakuan dunia akan kebebasan dan kesetaraan tanpa syarat yang layak diterima oleh orang Palestina.Dalam penyerahan Golden Globe Selasa (17/01/06) lalu, disebutkan film 'Paradise Now' karya Abu Assad berasal dari negara Palestina. Namun hal ini mengundang reaksi keras bagi Israel. Juru bicara Kementrian Luar Negeri Israel, Mark Regev, mengatakan pernyataan itu sebagai suatu kesalahan. "Yang ada adalah kawasan Palestina, bukan negara Palestina," jelas Regev. (dit/)











































