detikHot

movie

2020 Semestinya Titik Kebangkitan Film Indonesia

Minggu, 21 Jun 2020 17:39 WIB Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Ilustrasi film jadul Foto: ilustrasi: Fuad Hasim
Jakarta -

Adanya pandemi COVID-19 memang memberikan dampak bagi sejumlah industri, tidak terkecuali industri perfilman Indonesia. Tutupnya bioskop yang menjadi pilihan utama tempat film diputar menjadi pukulan tersendiri bagi perfilman.

Padahal produser Chand Parwez menilai, apabila tidak ada pandemi, 2020 seharusnya menjadi titik kebangkitan industri film nasional. Hal itu ia simpulkan dari besaran jumlah penonton film Indonesia yang menanjak di beberapa tahun ke belakang.

Dia juga melihat adanya peningkatan angka penonton film Indonesia di awal tahun sebelum pandemi masuk dan mengharuskan bioskop tutup.

"Sebetulnya tahun 2020 ini sudah menjadi tahun keemasan film Indonesia, sebab sejak Darah dan Doa (1950), kita terus meningkat jumlah penontonnya," jelasnya dalam sesi IG Live bersama CGV.

Baca juga: Menunggu Panen Film setelah Masa Paceklik karena Corona

"Di awal tahun ini ada beberapa film yang sukses, ada Milea, ada Mariposa yang akhirnya harusnya jadi berhenti, ini jadi waktu kita tinggal landas seharusnya," sambung dia.

Meski terpaksa harus menghentikan penayangan film dan menunda sejumlah produksi film, Chand Parwez mengatakan, adanya pandemi harus membawa hikmah bagi perfilman Indoensia.

Produksi dan penayangan yang tertunda seharusnya menjadi waktu para sineas untuk beristirahat dan berefleksi agar dapat menghasilkan karya yang lebih baik lagi.

Baca juga: Sambut New Normal, Industri Film Indonesia Siapkan Protokol Keselamatan

"Nggak apa-apa, dikasih ujian ini biar lebih bagus lagi kualitasnya. Kalau ada paceklik pasti ada panen. Kita dikasih paceklik dulu nanti kita panen. Pasti ada hikmahnya," ungkap dia yakin.

Sebagai produser, Chand Parwez mengatakan di rumah produksi yang dipimpinnya, meski proses syuting terhenti, namun sejumlah aktivitas lain yang dapat dilakukan masih berjalan, misalnya pendalaman karakter secara virtual atau proses penyuntingan.

Dengan penundaan yang dikarenakan oleh adanya pandemi, dirinya pun mengaku lebih banyak waktu untuk merampungkan penggarapan film dengan lebih baik lagi.

"Sekarang kita lebih menghargai value, kita sedang disuruh untuk lebih memikirkan value. Kami kan kemarin-kemarin kayak orang yang grasa-grusu, kami mengerjakan sesuatu terburu-buru karena dikejar target," aku Chand Parwez.

"Sedangkan kami kemarin disuruh setback, relax, jadi manusia-manusia yang lebih baik habis ini, punya kelebihan lagi," ujarnya menyambung.




Simak Video "Pandangan yang Salah Usai PSBB Dilonggarkan"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/doc)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com