Kacau di 2016, Reboot 'Ghostbusters' Disebut Korban Politik Trump vs Hillary

Devy Octafiani - detikHot
Rabu, 27 Mei 2020 11:58 WIB
Ghostbusters
Foto: imdb
Jakarta -

Kisah pembasmi hantu 'Ghostbusters' pernah dibuat ulang dan rilis di 2016. Namun pencapaian film ini tak memuaskan.

Reboot ini dianggap gagal. Tak hanya dari segi pendapatan namun juga kritik yang diterima.

Paul Feig, sang sutradara kini buka suara soal kacaunya film besutannya tersebut. Ia menyebut salah satu pemicunya adalah persaingan politik Hillary Clinton dan Donald Trump di tahun yang sama.

"Saya pikir, jika diabadikan ke dalam buku, mereka perlu menulis bagaimana ada gerakan pro dan anti Hillary di balik gagalnya film ini," ungkap Paul Feig.



Feig juga mengingat bagaimana reboot Ghostbusters ini juga jadi cercaan Trump. Film ini diejek karena melibatkan wanita sebagai pemeran utama.

'Ghostbusters' (2016) dibintangi oleh Kate McKinnon, Leslie Jones dan Kristen Wiig. Ketika trailer pertama dirilis pada Maret 2016, dengan cepat menjadi trailer film yang paling 'tidak disukai' di YouTube.

Dirilis di bulan Juli, film ini menjadi bom di box office dengan kerugian mencapai 75 juta dolar untuk Sony Pictures dari budget produksi dan promosi mencapai 350 juta dolar.

"Sungguh aneh bagaimana orang-orang kesal tentang wanita yang mencoba berkuasa atau berada di posisi yang biasanya tidak mereka temui," kata Feig, sang sutradara.



"Fakta bahwa ada begitu banyak kontroversi karena kami melibatkan banyak pemeran perempuan mengejutkan saya."

"Beberapa orang bahkan mengatakan beberapa hal yang benar-benar tidak menyenangkan. Hal ini tidak hanya membuat saya marah, tapi juga kecewa," pungkas Paul Feig.



Simak Video "'Jual-Beli' Serangan Trump-Biden"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/imk)