detikHot

movie

Lahirkan Protes dan Kekerasan, 'Joker' Tak Tayang di China

Sabtu, 26 Okt 2019 13:09 WIB Devy Octaviany - detikHot
Foto: Dok. Warner Bros Foto: Dok. Warner Bros
Jakarta - 'Joker' melampaui target yang dimiliki Warner Bros. Film ini tak hanya berhasil puncaki box office selama beberapa pekan.

'Joker' juga membawa keuntungan dan menuai beragam pujian dari akting Joaquin Phoenix.

Tetapi film ini agaknya tak mampu memanfaatkan satu pasar asing yang kerap menjadi lahan film-film Hollywood mengeruk keuntungan optimal. 'Joker' tak diterima tayang di China.

Dirangkum dari berbagai sumber, 'Joker' dianggap mengandung serangkaian adegan provokatif. Di antaranya kekerasan hingga aksi protes dan bentrok pengunjuk rasa melawan aparat hukum.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran pemerintah China sekaligus Hong Kong yang belakangan tengah dihadapkan pada aksi unjuk rasa besar-besaran.

Nasib 'Joker' serupa dengan 'Once Upon a Time in Hollywood' yang juga tak memperoleh izin pemutaran di sana. Film terbaru Quentin Tarantino itu dianggap memiliki penggambaran kontroversial dari mendiang aktor Bruce Lee.

Padahal pasar Tiongkok menjadi ladang luar biasa besar bagi film superhero. Film 'Justice League' yang dikritik saja mendapat keuntungan luar biasa di sana.


Simak Video "Karya Pelaku Pelecehan Anak Jadi Lagu Tema di Film ''Joker''"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/dar)

Photo Gallery

screenshoot-movie

.
.

screenshoot-movie

.
.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com