detikHot

movie

Kisah Kejatuhan Elizabeth Holmes Miliuner Muda Silicon Valley

Rabu, 14 Agu 2019 11:28 WIB Devy Octafiani - detikHot
Foto: The Inventor: Out for Blood in Silicon Valley (imdb) Foto: The Inventor: Out for Blood in Silicon Valley (imdb)
Jakarta - Elizabeth Holmes punya mimpi besar untuk mengubah dunia. Dia memulainya lewat penemuan medis lewat startup ciptaannya bernama Theranos.

Sosoknya diabadikan dalam dokumenter garapan Alex Gibney berjudul 'The Inventor: Out for Blood in Silicon Valley'.

Film tersebut menelusuri sepak terjang Elizabeth Holmes, seorang perempuan yang menjadi miliuner di usia muda. Holmes punya impian bagi kelangsungan hidup umat manusia.

Gagasan itu dimiliknya sejak berusia 9 tahun. Holmes menulis surat kepada ayahnya: "Apa yang benar-benar saya inginkan dari kehidupan adalah menemukan sesuatu yang baru, sesuatu yang tidak mungkin diketahui manusia."

Teknologi bukan hal lain bagi perempuan asal Houston ini. Ketika dia remaja, Holmes memulai bisnisnya sendiri. Dia menjual perangkat lunak yang menerjemahkan kode komputer, ke sekolah-sekolah Cina di Amerika.

Ia kemudian masuk ke universitas Stanford untuk belajar teknik kimia. Ketika menjadi mahasiswi, ia menerima sebuah gelar penting di kampus. Dirinya menerima uang pendidikan dengan nominal US$ 3.000. Holmes pun menggunakannya untuk mengembangkan sebuah proyek penelitian.

Kisah Kejatuhan Elizabeth Holmes Miliuner Muda Silicon ValleyFoto: The Inventor: Out for Blood in Silicon Valley (imdb)



Di tahun kedua dirinya menjadi mahasiswi, Elizabeth Holmes memberanikan diri untuk membangun perusahaan.

Holmes tertarik membuat perusahaan di bidang medis terinspirasi oleh sang kakek yang seorang ahli bedah. Atas izin sang profesor di kampus, Holmes mendirikan Real-Time Cures, yang kemudian dikenal menjadi Theranos.

Theranos didirikan Holmes dengan dukungan tokoh-tokoh mentereng di belakangnya seperti Henry Kissinger dan George Shultz, mantan menteri Luar Negeri AS.

Lewat perusahaannya, Elizabeth Holmes mengumumkan inovasi perangkat tes kesehatan hanya dari satu tetes darah. Ia menyebut penemuannya ini mampu mendeteksi banyak hal termasuk kanker hingga tekanan darah.

Holmes mendirikan perusahaan sekaligus laboratorium dengan 800 karyawan di Silicon Valley.

Temuan ini dianggap cemerlang. Theranos kemudian didekati banyak investor dan berhasil menghimpun dana lebih dari US$400 juta. Sejumlah pengakuan diterima Holmes termasuk gelar miliarder wanita termuda oleh Forbes dengan kekayaan US$ 4,5 miliar.

'The Inventor: Out for Blood in Silicon Valley' menggambarkan kejatuhan Elizabeth Holmes yang dianggap menipu banyak orang lewat alat temuannya tersebut bermula dari investigasi jurnalis Wall Street Journal bernama John Carreyrou. Carreyrou menyelidiki dan mengulik informasi yang membuktikan hasil tes Theranos tak akurat.

Dari dokumenter, kisah Elizabeth Holmes tengah dalam rencana untuk difilmkan. Hollywood tertarik untuk membawa kisah ini lebih besar dalam film berjudul 'Bad Blood' yang disutradarai Adam McKay. Jennifer Lawrence dikabarkan akan menjadi pemeran Elizabeth Holmes di film tersebut.


Simak Video "Perankan Pakar Kung Fu, Ini Kesulitan Joe Taslim"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/wes)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed