detikHot

movie

Sarat Sindiran Sosial Politik di Komik, Film 'DOA' Lebih Hati-hati

Selasa, 18 Jun 2019 14:10 WIB Devy Octafiani - detikHot
Foto: Fedi Nuril sebagai Doyok di film DOA (dok.MD Pictures) Foto: Fedi Nuril sebagai Doyok di film 'DOA' (dok.MD Pictures)
Jakarta - Bagian kedua film 'Doyok Otoy Ali Oncom' alias 'DOA' akan tayang di bioskop lewat judul 'Mendadak Kaya'. Sudah diketahui, ketiga karakter ini merupakan karakter legendaris dari komik yang dulu rutin muncul di halaman surat kabar Pos Kota.

Dalam komiknya, isu sosial dan politik kerap menjadi topik perbincangan di antara tiga karakter tersebut. Lantas, adakah hal yang serupa juga tercermin dalam cerita filmnya?

Diungkapkan Fedi Nuril si pemeran Doyok, menempatkan dialog berbau politik dan sosial dalam film ini diseleksi cukup ketat mengingat kini ada UU ITE.


"Dengan memasukkan keadaan terkini di dialog itu bisa lama diskusinya, karena agak serem dengan UU ITE. Misalnya kita mau menyentil soal utang pemerintah, itu jadi perdebatan," ungkap Fedi saat berbincang dengan detikHOT belum lama ini.

Video: ''Mendadak Kaya'', dari Pengemis Hingga Bergelimang Harta

[Gambas:Video 20detik]



Meski begitu, tak berarti sentilan-sentilan yang kerap terucap dari karakter Doyok akan sama sekali tak ada. Fedi menyebut, akan ada dialog-dialog bernada kritik yang dimunculkan dalam cerita.

"Tetap ada tapi aman," imbuh Fedi Nuril.


Bagian kedua 'DOA: Mendadak Kaya' dijadwalkan tayang di bioskop 20 Juni 2019. Film ini membawa penampilan bintang lainnya dalam peran yang sama dari film pertamanya yakni Pandji Pragiwaksono sebagai Otoy dan Dwi Sasono sebagai Ali Oncom.

Ketiganya tiba-tiba ketiban rezeki tak terduga. Akan tetapi, ada perkara lain yang dialami Doyok, Otoy dan Ali Oncom yang menjadi poin cerita film tersebut.
(doc/wes)


Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed