detikHot

movie

5 Fakta di Balik Layar 'Avengers: Endgame'

Senin, 20 Mei 2019 15:34 WIB Ollivia Pratiwi - detikHot
Foto: dok Marvel Studios Foto: dok Marvel Studios
Jakarta - 'Avengers: Endgame' menjadi terobosan baru genre film superhero. Tidak hanya para aktor dan aktris, staff di balik layar harus mendapat apresiasi besar dalam memproduksi film ini. Salah satunya adalah Matt Aitken dan Giant Weta; pengawas visual effect.

Di bawah pengawasan ketat dan tanpa naskah lengkap, keduanya berusaha keras membentuk elemen-elemen detail dalam 'Endgame' dan Aitka dengan senang hati membeberkan fakta-fakta di balik layar 'Avengers: Endgame'.


1. Perubahan Kostum Iron Man

5 Fakta di Balik Layar 'Avengers: Endgame'Foto: dok Marvel



'Avengers: Endgame' merupakan salah satu film yang ditunggu-tunggu dan siap menjadi film terlaris sepanjang masa. Mengingat hal itu, tim produksi mengharapkan seluruh proses produksi dan editing akan berjalan lancar.

Namun, dua minggu sebelum film tersebut dirilis studio memutuskan untuk syuting ulang adegan Tony menjentikkan jarinya.

"Syuting terakhir yang kami selesaikan adalah dua minggu sebelum pemutaran perdana," ujar Aitken. "Ini adalah bidikan penting dalam film. Syuting ulang itu melibatkan penyeimbangan yang baik antara menunjukkan bagaimana kekuatan Infinity Stones mencelakai Tony dan bagaimana kostum tersebut berusaha melindungi Tony."

Aitken menegaskan bahwa kostum yang dipakai Tony dalam 'Endgame' adalah Beeding Edge Armor dimana kostum tersebut dapat memperbaiki diri sendiri, menyembuhkan dan menambal luka dengan nanotekologi.

2. Perbedaan Antara Dua Pertempuran Besar Melawan Thanos

Dalam 'Infinity War', Iron Man, Doctor Strange, Spider Man dan para Guardian melawan Thanos di planet asalnya; Titan. Sementara dalam 'Endgame', sosok Thanos hadir empat tahun lebih muda.

"Dia lebih gesit, lebih kuat," jelas Aitken.

Meskipun tanpa Infinity Stones, Thanos dapat mengalahkan para superhero. Bahkan ia dapat melawan Captain America, meskipun Cap bertarung dengan Mjolnir dan berakhir dengan perisainya yang hancur.

Aitken mengungkapkan bahwa timnya mengutak-atik desain kostum Thanos yang awalnya membatasi pergerakan Thanos.

"Kami melakukan beberapa pekerjaan halus di balik layar pada baju besinya tanpa merusak efek visual dari kekakuan baju besi."

3. Asal Mula Adegan Para Superhero Wanita

Setelah bekerja sama dengan The Russo Brothers dalam 'Infinity War', Aitken dan Wera mengembangkan tingkat kepercayaan yang menghasilkan salah satu adegan tak terlupakan dalam 'Endgame'.

"Kami dapat melakukan apa yang Dan DeLeeuw sebut sebagai 'plussing the action'," jelas Aitken. Hal itu termasuk memperbaiki ulang CGI, menambah kerumitan dan memberi saran tentang bagaimana suatu adegan seharusnya diambil.

"The Russo Brothers tidak akan menerima semua saran, namun sering kali mereka mempertimbangkannya. Kontribusi paling signifikan adalah pada bagian seluruh superhero wanita Marvel bersatu."

Aitken menjelaskan bahwa adegan tersebut bahkan tidak ada pada syuting ulang 'Endgame' di bulan Februari.

4. Tidak ada naskah

5 Fakta di Balik Layar 'Avengers: Endgame'Foto: (imdb.)



Marvel tidak hanya terkenal sangat ketat mengenai naskah pada para aktor dan aktris, melainkan pada tim produksi di balik layar juga mendapat perlakuan yang sama.

"Kami tidak akan pernah benar-benar mendapatkan naskahnya," ungkap Aitken.

Aitken dan Weta menerima potongan kasar dari departemen editorial Marvel berisi adegan layar hijau dan kartu hitam berisi teks yang menggambarkan adegan tersebut.

Aitken juga menjelaskan bahwa timnya yang terdiri dari enam ratus seniman harus mengedit total 500 adegan dengan tenggat waktu selama enam belas minggu. Hal itu hanya untuk adegan pertempuran Thanos.


5. Kemajuan Teknologi di MCU

Ke depannya di MCU, Aitken menjelaskan bahwa tantangan spesifik dari film-film Marvel membutuhkan pengembangan teknologi baru. Untuk menciptakan Thanos, Marvel menggunakan pendekatan baru dengan "actor puppet". Alih-alih hanya mengambil ekspresi dari wajah Josh Brolin, Marvel mengambil tahap perantara yang melibatkan versi digital Brolin sendiri.

"Kami terus meningkatkan permainan kami," ujar Aitken.

Untuk fase berikutnya, MCU tidak diragukan lagi akan mencari cara untuk menggantikan villain sekual Thanos.

"Pada akhirnya, untuk memecahkan tantangan-tantangan tersebut, kami datang dengan teknik dan pendekatan yang akan membantu kami dalam film masa di depan di MCU.


(doc/nu2)


Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed