DetikHot

movie

Ridwan Kamil Ajak Sineas Ramai-ramai Bikin Film di Bandung

Minggu, 10 Feb 2019 19:30 WIB  ·   Dony Indra Ramadhan - detikHOT
Ridwan Kamil Ajak Sineas Ramai-ramai Bikin Film di Bandung Foto: Dony Indra Ramadhan/detikHOT
Bandung - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mendukung penuh industri perfilman Indonesia. Bahkan orang nomor satu di Jabar ini mengajak sineas ramai-samai syuting di Bandung.

Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan Bandung memiliki aneka lokasi yang baik untuk digunakan syuting film berbagai genre.



"Mau (film) jadul ada bangunan kolonial, mau akademisi universitas banyak, mau nge-bronk banyak daerah khas, mau kolosal jomblo, banyak figuran," ucap Emil saat berjumpa dengan tim film Dilan 1991 di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (10/2/2019).

Emil mengatakan sudah lebih dari 10 film yang dia bantu agar bisa syuting di Bandung. Salah satunya film 'Dilan'. Hal ini dia lakukan agar industri perfilman di Indonesia terutama yang mengambil lokasi di Bandung mendapatkan hasil positif.



"Saya selalu dukung, nggak hanya film 'Dilan', saya bantu banyak, lebih dari 10 film. Izin nggak keluar, saya turun langsung. Kurang operasional, saya cari tempat bermalam yang murah buat kru. Karena kami ingin Bandung dan Jawa Barat jadi Movie Making Friendly," tutur Emil.

"Sampaikan pesan ke produser jangan kapok syuting di Bandung, karena Gubernurnya mendukung," imbuh Emil.

Meski secara terang-terangan mengajak sineas untuk membuat film di Bandung, Emil punya syarat-syarat tertentu. Menurut Emil, pengambilan gambar harus memposisikan sisi positif dari Bandung.

Ridwan Kamil Ajak Sineas Ramai-ramai Bikin Film di BandungFoto: Dony Indra Ramadhan/detikHOT


"Poin saya setiap yang suting di Bandung saya kasih syarat mengambil angle yang promosikan, apakah teduhnya, apakah sejarahnya atau apa," kata Emil.

Emil mencontohkan film 'Eat Pray Love' yang diperankan Julia Roberts. Menurut Emil, film yang mengambil latar di Ubud, Bali itu telah menghasilkan dampak positif.

"Dulu ada 'Eat Pray and Love', itu yang membuat akhirnya Bali jauh lebih terkenal. Bagi saya film ini marketing strategy. Jadi makanya kenapa gubernur baik amat, karena saya tahu semakin banyak film, kota akan terangkat juga," kata Emil.

Hal inilah yang ingin dilakukan Emil bagi kota-kota di Jawa Barat. Dengan masuk ke dalam sebuah film terlebih film tersebut laris di pasaran, secara otomatis banyak masyarakat yang penasaran untuk datang langsung ke tempat syuting film tersebut.

Dengan demikian, sambung Emil, semakin bangam wisatawan yang datang. Sehingga hal itu berdampak positif bagi pemasukan daerah tersebut.

"Turis datang kan menginap, belanja dan lainnya. Satu turis menginap Rp 300 ribu dikali dua malam Rp 600 ribu. Makan seblak, cilok, cuanki anggap Rp 200 ribu, transportasi Rp 200 ribu sudah Rp 1 juta. Kali 7 juta turis berapa? Jadi menurut saya very economic," ucap Emil.
(dir/wes)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed