DetikHot

movie

'Mission Impossible 2' Buka Jalan untuk Wolverine hingga Gandalf

Rabu, 17 Okt 2018 10:40 WIB  ·   Ollivia Pratiwi - detikHOT
Mission Impossible 2 Buka Jalan untuk Wolverine hingga Gandalf Foto: imdb.
Jakarta -

22 tahun setelah diluncurkan, franchise 'Mission: Impossible' telah menjadi pembangkit listrik absolut dunia perfilman dengan penghasilan lebih dari $3,5 M. Sementara itu, franchise semakin bertambah kuat setelah 'Fallout' yang sukses digadang-gadang sebagai angsuran terbaik hingga saat ini.

Salah satu alasan mengapa 'Mission Impossible' merupakan franchise film terbaik adalah karena mereka belajar dari kesalahan mereka sebelumnya. Terutama film, 'Mission: Impossible 2' yang dirilis pada tahun 2000 berakhir menjadi momok franchise dengan rating 57% di Rotten Tomatoes.

Namun, siapa sangka 'Mission: Impossible 2' merupakan film paling penting abad ini lo, karena produksinya ternyata memiliki benang merah dengan produksi film-film lain.

1. Tidak Ada Hugh Jackman Sebagai Wolverine

'Mission Impossible 2' Buka Jalan untuk Wolverine hingga GandalfFoto: Daily Mail


Dougray Scott, berperan sebagai villain Sean Ambrose dalam 'M:I 2', pada awalnya berperan sebagai Wolverine pada tahun 2000 untuk film 'X-Men'. Namun, proses syuting 'M:I 2' mengalami proses yang panjang dan salah satu alasannya adalah karena cedera yang dialami Scott.

20th Century Fox telah mempertimbangkan berbagai hal. Namun pada akhirnya, Scott tetap tidak bisa memenuhi jadwalnya untuk film 'X-Men', sehingga peran tersebut digantikan oleh Hugh Jackman. Aktor asal Autralia tersebut saat itu belum dikenal dan baru saja mendapatkan peran utama pertamanya dalam film 'Paperback Hero'.

Kalau di pikir-pikir tanpa 'M:I 2' dan produksinya yang lama, popularitas Hugh Jackman mungkin akan mengalami nasib yang berbeda. Tentu saja kesuksesan'X-Men' akan berdampak, mengingat Wolverine adalah salah satu karakter favorit penggemar. Belum lagi film-film Hugh Jackman setelah 'X-Men', seperti 'The Prestige', ' Les Misérables dan 'The Greatest Showman' mungkin akan memiliki nasib yang berbeda pula.

Selain itu, tanpa kesuksesan 'X-Men', film-film superhero mungkin tidak sepopuler sekarang. Bahkan para kritikus film pun menyetujui hal tersebut. Kemungkinan yang terjadi adalah, tidak ada 'X-Men' maka tidak ada Spider-Man',lalu tidak ada'Iron Man', itu berarti tidak ada MCU.

2. Tak Ada Lucy Liu Dalam 'Charlie's Angels'

'Mission Impossible 2' Buka Jalan untuk Wolverine hingga Gandalf(Ki-ka) Lucy Liu, Cameron Diaz, Drew Barrymore. Foto: Charlie's Angels (imdb.)


Namun, aktor Dougray Scott bukan satu-satunya aktor yang memberi banyak pengaruh. Ada Thandie Newton, pemenang piala Emmy Awards yang ditetapkan untuk berperan dalam 'Charlie's Angels' pada tahun 2000.

Thandie Newton menolak peran Alex Munday dalam 'Charlie's Angels' untuk perannya sebagai Nyah Hall dalam 'M:I 2'. Keputusan tersebut wajar mengingat 'M:I 2' saat itu dijadwalkan rampung pada 15 Desember 1999, sementara 'Charlie's Angels' dijadwalkan mulai syuting tepat sebulan setelahnya, yakni 10 Januari 2000. Tanpa, 'M:I 2', penggemar tentu tidak akan melihat aksi luar biasa Lucy Liu, aktris kelahiran Queens, Ney Yowk yang menggantikan posisi Newton.

3. Buka jalan Ian McKellen sebagai Gandalf

'Mission: Impossible 2' telah mempengaruhi dua franchise besar, namun masih terdapat kebetulan lain yang kembali melibatkan franchise besar. Ian McKellen, pemeran Gandalf dalam 'The Lord of The Rings' menolak tawaran 'M:I 2'. McKellen menolak tawaran tersebut karena tidak diizinkan untuk melihat naskah secarah utuh.

Penolakan yang ia lakukan, memberinya kesempatan untuk berperan sebagai Magneto dalam film 'X-Men' dan tentu saja Gandalf dalam film 'The Lord of The Rings' yang dirilis pada tahun 2001. Jika saja, McKellen menerima tawaran tersebut maka penggemar tidak akan melihat McKellen sebagain Gandalf.


(doc/doc)

Photo Gallery
1 1 2 3 4
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed