DetikHot

movie

Film 'Petualangan Menangkap Petir' Segera Tayang di Bioskop

Selasa, 21 Ags 2018 16:00 WIB  ·   Ragil Ajiyanto - detikHOT
Film Petualangan Menangkap Petir Segera Tayang di Bioskop Foto: dok.Fourcolours
Boyolali -

Cerita legenda Ki Ageng Selo yang bisa menangkap petir diangkat ke layar lebar. Film berjudul 'Petualangan Menangkap Petir' tersebut akan segera tayang di bioskop-bioskop XXI di Kota-kota seluruh wilayah Indonesia.

"Film ini akan mulai tayang di bioskop XXI di hampir seluruh Kota-kota di Indonesia mulai 30 Agustus (2018) mendatang," ujar Produser Film Petualangan Menangkap Petir, Prawita, dalam jumpa pers di Kafe Kukusan jalan Merbabu, Boyolali, Selasa (21/8/2018).

Film yang di produksi Fourcolours Films ini merupakan film keluarga dengan target penonton semua umur. Film yang dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Arie Kriting, Putri Ayudya, Darius Sinathriya, Bima Azriel, Zara Leola, Fatih Unru, Jidate Ahmad, Danang Parikesit dan aktor senior Slamet Rahardjo ini, memang memiliki cerita unik untuk skala film keluarga. Selain menambah film bioskop yang bisa dinikmati anak-anak dan orang tua, film ini juga menjadi mediasi antara generasi digital dengan orang tuanya.

Film yang disutradarai Kuntz Agus ini juga menjadi film pertama yang mendapat dukungan dari Siberkreasi. Pasalnya, film tersebut bukan sekedar film keluarga, namun juga terdapat ajakan bijak menggunakan internet dan menjadi warga net yang produktif seperti membuat konten video untuk konsumsi anak-anak.

Film 'Petualangan Menangkap Petir' Segera Tayang di BisokopFoto: dok.Fourcolours


Narasi yang diusung pada film ini bukan sekedar cerita petualangan anak-anak. Melainkan mediasi antara generasi Z dengan orang tuanya dalam memahami proses meraih mimpi di era digital.

"Ini adalah film yang didesain untuk seluruh keluarga. Film keluarga yang penuh keseruan produktif di dunia maya. Namun tidak lupa tetap main ke lapangan, nyentuh tanah, tertawa sambil menikmati alam desa Boyolali."

Film ini proses syutingnya 100 persen dilakukan di Kabupaten Boyolali. Antara lain di wilayah Kecamatan Selo yang berada di lereng Gunung Merapi - Merbabu, Tlatar, Waduk Kedung Ombo dan lainnya.

Dikemukakan, cerita dalam film tersebut ingin menggabungkan dua hal.

"Pertama youtuber sukses dia tinggal di Hongkong, produktif bikin konten-konten youtube, konten digital," jelasnya.

Namun anak tersebut tidak berteman. Karena biasanya anak-anak yang sudah sangat gadget, dia sudah jarang mau keluar kamar. Dia asyik dengan dunianya. Dia nyaman dengan zonanya.

Kemudian saat liburan, dia diajak oleh bapaknya berlibur ke rumah kakeknya di Boyolali. Maksud dari orang tuanya agar anaknya tersebut berpetualang, menginjak tanah dan tahu permainan-permainan bapaknya tempo dulu. Seperti bermain layangan, egrang, bersepda dan lainnya.

"Intinya boleh berdigital tetapi tetap nginjak tanah, tetap berteman," sambung dia.

Di kampung kakeknya, mereka bertemu dengan teman-teman sebayanya yang senang membaca buku komik tentang Ki Ageng Selo. Kemudian muncu ide membuat film yang mengangkat kisah Ki Ageng Selo, legenda penangkap petir tersebut. Akhirnya anak-anak ini berpetualang membikin film itu.

"Misi (dari film ini) pertama literasi digital, kedua menggairahkan lagu anak-anak. Mengapa film keluarga dan anak memang anak relatif lebih umum untuk menyampaikan bahasa-bahasa yang lebih netral dibandingkan orang tua. Semoga mampu bertahan di bioskop cukup lama dan menjadi salah satu kebanggaan Boyolali dan Solo Raya," harapnya.


(doc/doc)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed