DetikHot

movie

Festival Film Europe On Screen Kembali Mei 2018

Kamis, 19 Apr 2018 14:45 WIB  ·   Dyah Paramita Saraswati - detikHOT
Festival Film Europe On Screen Kembali Mei 2018 Foto: (Saras/detikhot)
Jakarta -

Festival film Uni Eropa yang bertajuk Europe On Screen kembali diadakan di beberapa kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Medan, Denpasar, Surabaya, dan Yogyakarta. Akan ada sebanyak 93 film dan 250 jadwal penayangan di 6 kota tersebut selama 10 hari, mulai 3 hingga 12 Mei 2018.

Telah diadakan untuk ke-18 kalinya, di tahun ini Europe On Screen membuat sejumlah program yang mengelompokkan film-film yang tayang menjadi dibagi dalam beberapa tema. Pembagian ini dimaksudkan untuk mempermudah para penikmat film untuk dapat mencerna keseluruhan acara.

"Di tahun ini kami mencoba membuat program yang lebih simpel dari tahun-tahun sebelumnya," ungkap Festival Co-Director of Europe on Screen 2018, Nauval Yazid, saat ditemui di jumpa pers yang berlangsung di Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).

Yang pertama adalah Festivities yang menayangkan film-film fiksi panjang garapan sejumlah negara di Eropa. Yang kedua adalah Realities yang menampilkan film-film dokumenter yang terdiri dari 5 film panjang dan 4 film pendek. Tema kelautan '#OurOcean' adalah yang diangkat tahun ini pada segmen Realities.

Di sesi Restrospective, penikmat film akan diajak merayakan hari lahir dari sineas Eropa Ingmar Bergman yang ke-100 tahun. Akan ada penayangan dari tiga film karyanya yang direstorasi, yaitu 'Autumn Sonata' (1978), 'The Seventh Seal' (1957), dan 'Wild Strawberries' (1956).

Yang baru, di tahun ini Europe On Screen menayangkan tiga film Indonesia yang mengambil lokasi syuting di Eropa. Ketiganya adalah 'Laura dan Marsha' (2013), 'Surat dari Praha' (2016), dan 'Satu Hari Nanti' (2017).

Festival Film Europe On Screen Kembali Mei 2018 Foto: Visinema Pictures


"Kami melihat semakin hari film Indonesia yang melakukan syuting di Eropa jumlahnya bertambah. Jadi kenapa tidak kita hadirkan saja filmmaker-nya untuk berbincang bersama di dalam festival ini," kata Nauval Yazid.

Festival film ini juga memiliki dua eksklusif penayangan awal untuk film 'Submergence' (Jerman) dan 'Based on True Story' (Prancis) yang merupakan film baru garapan Eropa yang belum dirilis.

Seperti tahun lalu, Europe On screen juga masih memiliki program pemutaran film di ruangan terbuka. Selain itu, mereka juga memiliki program bernama suprise screening yang berlangsung pada 11 Mei 2018.

Di luar aktivitas penayangan film, Europe On Screen juga mengadakan kompetisi film pendek dan diskusi mengenai film.

Ada beberapa titik yang menjadi tempat berlangsungnya aktivitas dan penayangan film dalam rangkaian acara Europe On Screen yang terbagi di pusat kebudayaan, bioskop, kampus, hingga hotel dan restoran.

Untuk Jakarta, penayangan film akan berlangsung di TIM XXI, Erasmus Huis, GoetheHaus, Institut Francais Indonesie (IFI), Istituto Italiani diCultura, Kineforum, Ke:kini, SAE Institute, Universitas Multimedia Nusantara, Bintaro XChange, Tugu Kunstktring Paleis, dan Gandaria City.

Di Medan, pemutaran film akan diadakan di Grand Aston Hotel. Sedangkan IFI akan menjadi lokasi penayangan film di Bandung dan Yogyakarta.

Qubicle akan menjadi lokasi pemutaran film di Surbaya. Untuk di Denpasar, lokasi penayangan tersebar tiga titik, yakni AF Denpasar, Irama Indah Minikino, dan Hotel Tugu Bali.

Film animasi 'The Breadwinner' (Irlandia) didapuk menjadi film pembuka dari rangkaian festival sedangkan 'My Big Night' (Spanyol) akan menutup festival film tersebut.

"Kami memilih film pembuka dan penutup ini karen temanya cocok sekali dengan Indonesia sekarang. Kami memilih film yang ringan dan juga punya relasi dengan penonton kita," terang Festival Co-Director of Europe on Screen, Meninaputri Wismurti.


(srs/doc)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed