'The Shape of Water', Film dengan Naskah dan Makhluk yang Tepat

Nugraha - detikHot
Rabu, 17 Jan 2018 15:25 WIB
Foto: The Shape of Water (imdb)
Jakarta - Jika menyebut 'The Shape of Water' adalah film juara tahun ini tentu tidak salah dengan berbagai penghargaan yang diraih sejauh ini. Tapi bagaimana di Academy Awards?

Gelaran Oscar ke-90 memang baru akan dilangsungkan pada awal Maret. Namun sebelum nominasi diumumkan ada beberapa film yang diprediksi bakal mengisi berbagai kategori, termasuk film karya Guillermo del Toro, 'The Shape of Water'.

Film tersebut punya dua kunci kesuksesan yaitu: naskah dan makhluk yang tepat.

Di balik pembuatan film tersebut, del Toro ternyata menyewa pemahat Mike Hill untuk menciptakan model monster yang seperti diinginkan oleh sang sutradara. Tak cukup dengan itu, ia juga memberikan efek visual yang lebih dramatis dari tangan sang veteran, Shane Mahan.
'The Shape of Water', Film dengan Naskah dan Makhluk yang TepatFoto: dok Fox Searchlight

Mereka menghabiskan berminggu-minggu mengerjakan wajah makhluk itu. Salah satu faktor pentingnya adalah tekskur kulit.

Guillermo del Toro membayar semua keperluan untuk membuat makhluk air tersebut dari kantongnya sendiri, sebelum bekerja sama dengan Fox Searchlight. Tapi del Toro memang membuat beberapa langkah membuat makhluk itu untuk meminimalkan anggaran.

Film itu syuting dalam waktu 55 hari saja dengan pengeluaran 19,3 juta USD. Sangat rendah mengingat setting film 1962 itu dirangkai dengan berbagai fantasi yang mewah.

Ia memang tak ingin ada rasa digital atau motion-capture pada makhluk itu. Hasil akhirnya adalah perpaduan antara prosthetics, makeup dan digital enhancement.

"Jika Anda melihat leher, Anda akan melihat benjolan, lesung pipit, garis-garis. Kami memberinya keriput dan lipatan. Dia memiliki bekas luka di lutut dan siku dan ada banyak pembuluh darah. Lapisannya luar biasa," ungkapnya kepada Variety.

Selain dari kulit, mereka juga memakai berbagai warna. "Lihatlah manusia. Hidungnya sedikit merah, sedikit kuning. Tidak ada warna solid. Mike dan Shane sangat memperhatikan hal ini," tuturnya.

Saat mereka bereksperimen, Mahan sedang menguji bahan untuk kostum seperti silikon dan styrofoam. Aktor Doug Jones pun kembali dipilih memainkan peran monster dalam lima karya del Toro sebelumnya.

Mereka menyadari sejak awal, bahwa makhluk yang oleh agen pemerintah dalam film itu disebut 'aset', memiliki terlalu banyak emosi kompleks bagi Jones untuk hanya memakai topeng. Animasi insang yang menunjukkan napas dan emosi makhluk itu, dikendalikan oleh radio. Apalagi karena ini film soal percintaan, makhluk itu harus punya bibir untuk dicium.


(nu2/nu2)