DetikHot

movie

10 Film Indonesia yang Bersinar di Festival Internasional

Jumat, 29 Des 2017 08:33 WIB  ·   Devy Octafiani - detikHOT
10 Film Indonesia yang Bersinar di Festival Internasional Foto: Salah Satu Adegan Film 'Marlina the Murderer in Four Acts' (Official Cinesurya)
Jakarta -

Tak sedikit film Indonesia yang diam-diam unjuk gigi di ajang internasional di tahun 2017. Film-film tersebut bahkan tak hanya sekadar tayang di mata industri perfilman asing.

Beberapa di antaranya menuai penghargaan yang membanggakan. Berikut 10 film-film Indonesia tersebut.


1. Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

[Gambas:Youtube]


Karya terbaru sutradara Mouly Surya ini menjadi salah satu film Indonesia yang bersinar di ajang festival internasional tahun ini. 'Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak' tayang di sejumlah festival, di antaranya Toronto International Film Festival juga Singapore International Film Festival.

Film ini juga dilirik untuk tayang di bioskop di 18 negara di dunia. Penghargaan juga diterima oleh sang bintang, Marsha Timothy yang memperoleh gelar sebagai aktris terbaik di ajang festival film di Spanyol mengalahkan Nicole Kidman.


2. The Seen and Unseen

[Gambas:Youtube]


Film ini menjadi karya terbaru Kamila Andini yang juga unjuk gigi di ajang festival film Internasional. 'The Seen and Unseen' juga turut tayang di Toronto International Film Festival tahun ini. 'The Seen and Unseen' dikabarkan menuai pujian dan tepuk tangan saat tayang perdana di ajang tersebut. Film ini bercerita tentang kembar Tantri dan Tantra yang kisahnya diliputi oleh budaya spiritual khas masyarakat Bali.


3. Turah

[Gambas:Youtube]


'Turah' juga menjadi salah satu film Indonesia yang bersinar di ajang Internasional. 'Turah' melakukan world premiere-nya sekaligus berkompetisi di ajang 27th Singapore International Film Festival. Tahun ini 'Turah' diajukan ke seleksi nominasi Oscar 2018.

Meskipun tak sampai lolos, namun 'Turah' dinilai menjadi penambah ragam cerita film-film produksi Tanah Air.


4. Ziarah

[Gambas:Youtube]


Fim 'Ziarah' adalah film panjang pertama karya sutradara BW Purbanegara yang mengangkat perjalanan simbolis seorang nenek dalam pencariannya atas makam suaminya yang tak pernah kembali setelah pamit perang. 'Ziarah' eksis di ajang penghargaan tahun ini.

Di antaranya ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 201. Film ini pun memboyong dua penghargaan, Best Screenplay dan Special Jury Award sekaligus. Tak hanya itu, pemeran utama di film tersebut yang telah berusia lanjut masuk dalam nominasi aktris terbaik di AIFFA 2017.


5. Athirah

[Gambas:Youtube]


'Athirah' membawa cerita tentang sosok perempuan tegar yang merupakan gambaran dari ibu Jusuf Kalla. Film ini diganjar lima piala citra tahun lalu. Namun tahun ini, ajang festival film internasional des Cinemas d'Asia Vesoul 2017 yang berlangsung di Prancis menganugerahkan INALCO award pada film garapan Riri Riza ini.

Sang bintang, Cut Mini sendiri masuk dalam nominasi Asia Pacific Screen Awards 2017 di Australia.


6. Battle of Surabaya

[Gambas:Youtube]


Animasi karya anak bangsa ini bersinar di ajang Milan International Filmmaker Festival 2017. Festival film yang berlangsung di Italia ini memberikan 'Battle of Surabaya' sebagai film animasi terbaik.

'Battle of Surabaya' melibatkan sekitar 180 animator anak negeri yang ceritanya berlatar momen perjuangan 10 November 1945 di Surabaya.


7. Istirahatlah Kata-kata

[Gambas:Youtube]


Kisah tentang penyair Wiji Thukul ini menambah daftar film-film Indonesia yang bersinar di ajang Internasional. 'Istirahatlah Kata-kata' meraih penghargaan di ajang Film Festival Love is Folly di Bulgaria pertengahan Agustus lalu.

Tak ketinggalan penghargaan yang diterima sang sutradara Yosep Anggi Noen. Ia menerima penghargaan Grans Prix untuk film pendeknya 'A Lady Caddy Who Never Saw a Hole-in-One' di Tokyo.


8. Humba Dreams

10 Film Indonesia yang Bersinar di Festival InternasionalFoto: (ist)


'Humba Dreams' adalah karya terbaru dari Riri Riza. Mengambil latar keindahan Sumba, film ini meraih penghargaan CJ Entertaiment Award - Asian Project Market 2017 yang berlangsung di Busan, Korea Selatan 17 Oktober 2017.

Pengambilan gambar dan alur ceritanya yang berbeda dari banyak film Indonesia lain menempatkan 'Humba Dreams' sebagai salah satu film berkualitas produksi Tanah Air.

Di Tanah Air film ini agaknya masih terdengar asing, sebab 'Humba Dreams' belum tayang di bioskop.


9. 'Ruah'

'Ruah' memiliki judul internasionalnya 'The Malediction'. Film ini mengangkat tema poligami yang disutradarai Makbul Mubarak.

'Ruah' memperoleh penghargaan dari Singapore International Film Festival ke-28. Di negeri sendiri, 'Ruah' diganjar Piala Citra sebagai Film Pendek Terbaik. Sebelumnya 'Ruah' juga sempat diputar di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2016.


10. Mobil Bekas dan Kisah-kisah Dalam Putaran

[Gambas:Youtube]


Atau yang berjudul 'The Carousel Never Stops Turning' ini diputar di Tokyo International Film Festival tahun ini. Film ini diputar di program Crosscut Asia #04: What's Next from Southeast Asia.

Sebelumnya, film garapan Ismail Basbeth ini tayang lebih dulu di Busan International Film Festival September 2017. 'Mobil Bekas dan Kisah-kisah Dalam Putaran' merangkum kisah berbagai manusia. Kisah-kisah itu diwakilkan lewat karakter seorang petani yang mengalami penggusuran, pelacur yang hendak melarikan diri, seorang akuntan yang sulit melupakan mendiang istrinya, juga seorang perempuan yang mencoba mencari pembunuh ibunya dan bertemu arwah gentayangan. Sebuah mobil menjadi saksi hidup mereka dalam film.



(doc/doc)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed