DetikHot

movie

'Satria Heroes: Revenge of Darkness', Munculkan Kekuatan Ciri Khas Indonesia

Jumat, 28 Apr 2017 08:59 WIB  ·   Veynindia Esaloni Pardede - detikHOT
Satria Heroes: Revenge of Darkness, Munculkan Kekuatan Ciri Khas Indonesia Foto: Veynindia Esaloni Pardede
Jakarta - Bermula dari sebuah serial televisi, film 'Satria Heroes: Revenge of Darkness' kemudian muncul dengan segala kejutan ceritanya. Film yang diproduseri oleh Reino Barack, kekasih Luna Maya, memiliki ciri khas tersendiri dalam penggambaran para tokoh superhero.

Menceritakan selang sahtu tahun Satria Garuda Bima-X mengalahkan kerajaan jahat VUDO, Jakarta pun hidup tenteram. Ray (Christian Loho) sebagai superhero Bima-X dan Rena (Stella Cornelia) memutuskan untik kembali ke dunia paralel yang sempat dihancurkan oleh VUDO.

Dimas (Fernando Surya) yang berperan sebagai superhero Torga, juga telah menjalani kehidupan normalnya dengan mengembangkan bisnis hingga ke Jepang dan bertemu dengan kliennya di sana.

Namun, tak disangka-sangka ada kekuatan jahat menyerang tanpa ampun. Pertarungan di antara keduanya tak terelakan. Dimas diserang dan ini saatnya Ray kembali ke bumi dari dunia paralel untuk menolong sahabatnya ini.

"Dari umur 7 tahun saya sudah bermimpi dan mengkreasikan adanya superhero asli Indonesia," ujar Reino, creator sekaligus executive producer saat ditemui di Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2017) malam.

Ditambah lagi, keadaan tersebut justru membuat takdir yang berbeda. Pertarungan pun terjadi di antara musuh besar ini. Akankah Dimas selamat dari pengaruh jahat ini makhluk yang sangat membenci seorang ksatria ini?

Film live action yang disutradarai oleh Kenzo Maihara yang juga pernah menyutradarai film 'Kamen Raider' dan 'Sailormoon' ini, kemudian memunculkan kejutan tersendiri di tengah cerita. Munculnya superhero lama yang telah hilang dan superhero baru di akhir film yang masih membuat penonton bertanya-tanya.

"Banyak film-film dari barat dan seperti superman dan batman. Tapi di negara Indonesia yang anaknya banyak sekali kok nggak bikin. Jadi saya memang ingin mengutamakan positif kekeluargaan, pertemanan, keberanian, semangat, dan tidak give up. Itu semua dimiliki oleh superhero," ujarnya lagi.

Ditambah lagi, film ini berkolaborasi langsung antara Jepang dan Indonesia. Sehingga, menciptakan kolaborasi yang unik dan menghasilkan special effects dan teknologi CGI yang menakjubkan.

"Kalau saya sendiri luar biasa kolaborasi dua negara ini. Tapi dari series kan sudah kolaborasi sama Jepang. Nah kali ini layar lebarnya lokasi syutingnya di Jepang. Dikemas bagus banget. Jadi menurut saya layak banget buah ditonton," tambah Christian Loho, salah satu pemeran utama yang berperan sebagai Ray Bimasakti alias Bima-X.

Film ini, turut menggandeng Yayan Ruhiyan sebagai Master Torga. Dalam film ini, kekuatan superhero dimunculkan dengan kekuatan-kekuatan yang mencerminkan keragaman Indonesia seperti wujud Harimau Sumatera dan Burung Garuda. Dengan menggandeng Stella Cornelia, Aditya Alkatiri, Christian Loho, Fernando Surya dan beberapa pemain lainnya, film ini siap tayang pada 4 Mei 2017.
(vep/wes)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed