Literatur yang Digunakan Hanung Bramantyo untuk Riset Film 'Kartini'

Literatur yang Digunakan Hanung Bramantyo untuk Riset Film 'Kartini'

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Kamis, 23 Mar 2017 15:19 WIB
Literatur yang Digunakan Hanung Bramantyo untuk Riset Film Kartini
Foto: Official Legacy Pictures
Jakarta - Bagi sutradara Hanung Bramantyo dan produser Robert Ronny, melakukan riset untuk film 'Kartini' bukanlah hal yang sulit. Sebab, sosok Kartini telah didokumentasikan dengan baik dan banyak literatur yang berkaitan dengan sosoknya.

"Menariknya gini, bahwa sosok Kartini ini termasuk sosok yang cukup well-documented dibandingkan tokoh yang lain. Banyak yang menulis tentang beliau, beliau juga banyak menulis," ujar Robert kepada detikHOT.

Tak hanya dibantu data oleh Pemerintah Daerah Jepara, kota kelahiran Kartini, dan pihak keluarga, penggarap film ini pun membaca buku-buku yang berkaitan dengan sang pahlawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Literatur yang Digunakan Hanung Bramantyo untuk Riset Film 'Kartini'Foto: Noel/detikHOT


"Literaturnya udah banyak sekarang. Buku-bukunya udah banyak," ungkap Hanung. Selain membaca biografi Kartini karya Siti Soemandari yang menjadi acuan Sjumandjaja saat menggarap film biopik serupa di masa silam, penggarap film juga membaca karya dari Pramoedya Ananta Toer, dan surat-surat Kartini sendiri.

Meski demikian, Robert Robby menyayangkan ketiadaan buku seri lanjutan dari 'Panggil Aku Kartini Saja' karya Pramoedya. "Yang paling sayang justru (lanjutan) buku Pram itu nggak ada, yang dibakar waktu itu," ujar Robert.

Mengaku tidak mengalamii kesulitan dalam riset, keduaya justu sepakat bahwa tantangannya terletak dalam mengaplikasikan hasil riset yang mereka dapatkan.

"Kami banyak sekali melakukan kompromi pada saat mengaplikasikan risetnya. Jadi yang susah bukan risetnya, justru saat pengaplikasian risetnya. Dari 100 persen data riset yang kami peroleh kami hanya bisa mengaplikasikannya hanya 40 persen," kata Hanung.

Literatur yang Digunakan Hanung Bramantyo untuk Riset Film 'Kartini'Foto: Official Legacy Pictures


Hanung menceritakan, pihaknya membuat sendiri set rumah Kartini. Ada tiga bagian dari rumah Kartini, yaitu pendopo depan, interior dalam, dan pendopo belakang. Set tersebut berlokasi di Jakarta dan Yogyakarta.

"Kostum, properti, ukir-ukirannya itu insya Allah otentiklah, tempat minumnya, kereta kudanya segala macem, tapi yang selebihnya, misalnya, kota Jepara tahun segitu, rumahnya, bahasa yang dipakai pada saat itu, itu jelas enggak," ujar Hanung lagi.

(srs/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads