Hanung Bramantyo kepada detikHOT baru-baru ini mengungkapkan, justru bukan honor para pemain yang menjadi pos pengeluaran terbesar dari film ini.
"Terus terang malah pemain-pemain ini tidak mahal. Dian Sastrowardoyo bahkan tidak sefantastis yang saya bayangkan. Mungkin karena ini untuk Kartini," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Official Legacy Pictures |
Justru, biaya artistiklah yang menjadi pos pengeluaran terbesar pada proses syuting film ini.
"Saya membangun set untuk rumah Kartini, kereta kuda, kereta kudanya itu ada kereta kuda untuk bupati, kereta istri, beda-beda, lurah, kereta gubernur jenderal itu beda," ujar sutradara film 'Ayat-Ayat Cinta' dan 'Tanda Tanya ' ini.
Tak hanya artistik, dana mahal pun dikucurkan untuk penyewaan alat-alat, kamera misalnya. Kamera yang digunakan untuk pengambilan gambar film ini berjenis alexa.
"Sewa kameranya mahal, 10 sampai 13 juta (per hari). Bayangkan, satu hari mini alexa sama lensanya 13 juta," tutur pria kelahiran 1 Oktober 1975 ini.
Foto: Official Legacy Pictures |
Lalu berapa total biaya yang dikucurkan untuk membuat film ini? Ketika ditanyai, Hanung malah mengajak berhitung, "Syutingnya sebulan, bayangkan 30 hari kali 13 juta. Semahal itu kamera doang," ujarnya.
Ada kabar yang mengatakan biayanya total mencapai Rp 12 miliar, benarkah? "Ya sekitar itulah, bayangkan ya kalau 12 M itu dipakai untuk menghidupkan UKM. UKM se-Jogja bisa hidup semua itu," candanya sambil tertawa. (srs/mmu)












































Foto: Official Legacy Pictures
Foto: Official Legacy Pictures