Menurutnya, keberhasilan yang diraih 'CTS' tak lain karena cerita dan segmen filmnya yang tak terbatas.
"Mungkin jarang ada komedi bisa ditonton sama keluarga, bisa ajak anak orang tua, salah satu kontribusi 'CTS' cukup banyak karena yang nonton banyak yang ajak keluarganya," ujar Ernest saat ditemui di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketimbang beberapa tahun lalu, peta industri perfilman nasional dinilai setahap lebih maju.
"Keberagaman ini penting, jangan kayak dulu beberapa tahun silam, booming horor, horor semua, terus pas enek, ambruk semua," tuturnya lagi.
Terlebih para pemain di film pun dilihatnya juga semakin bervariasi. Tak hanya mereka yang sejak lama berkecimpung di film, namun juga para komika yang mulai banyak dipercaya terlibat di sebuah cerita.
"Di Amerika film komedi Hollywood juga komika awalnya. Saat itu terjadi di Indonesia, nggak aneh, karena ada fenomena yang sama di Hollywood. Kalau teman-teman stand up comedian mungkin cara terdekat untuk berkembang ya ke dunia film. Sekarang genre komedi lagi booming. Ada ruang yang banyak untuk komedian," pungkas Ernest.
(doc/doc)










































