"Terus terang saya bersama Angga Sasongko di sini sudah sepakat akan mengangkat romantisme dari buku Wiro Sableng. Jadi patokan kita buku," ujar perempuan yang akrab disapa Lala ini usai acara jumpa pers di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/2/2017).
"Jadi secara periode waktu, ini akan ada di periode waktu sesuai sama bukunya. Tapi dari universe buku ke gambar visual ya kita akan melakukan pendekatan yang, saya nggak bilang modern, tapi current," tambah Angga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya latar waktu yang tak diubah, Lala memastikan karakter dalam film ini pun tidak akan berubah banyak dari karakter cerita Wiro Sableng sebelumnya. "Karakter tidak berubah tetap klasik," ujarnya.
Membahas akan seperti apa film ini nantinya, Lala dan Angga belum mau membocorkan lebih dalam. Akan tetapi, Lala mengutarakan bahwa film ini akan dibuat berseri.
Cerita dari film ini pun tidak akan diambil dari satu buku saja. "Bisa kombinasi, bisa tarikan-tarikan dari beberapa buku, tapi yang pertama ini kita akan fokus kepada genesisnya," ujar Lala.
Mengambil genesis sebagai fokus bukanlah tanpa alasan, pasalnya, bagi Lala, sangat penting untuk memperkenalkan siapa itu Wiro Sableng dan apa yang melatarbelakanginya menjadi Wiro Sableng terlebih dahulu kepada para penonton baru.
Angga dan Lala pun menjanjikan sesuatu yang tak terduga dari film tersebut. "Yang pasti akan jadi suatu hal yang memberikan kejutan buat penonton," ungkapnya lagi.
Baca juga: 'Wiro Sableng 212' Dibuat Lagi, Ini Orang-Orang yang Terlibat
(srs/dal)











































