Pria asal Iran tersebut seharusnya hadir dalam ajang Oscar tahun ini. Sebab, film terbarunya 'The Salesman' berhasil masuk dalam nominasi 'Best Foreign Language Film'.
Dalam kategori itu, 'The Salesman' akan menghadapi film Land of Mine (Denmark), Toni Erdmann (Germany), It's Only the End of the World (Canada) and Tanna (Australia).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai seorang sutradara dan penulis naskah, ia tentu saja punya reputasi bagus dengan bukti nyata torehannya itu. Apalagi, ia juga pada tahun yang sama masuk ke dalam 100 Orang Paling Berpengaruh versi majalah Time.
Direktur Kebijakan di National Iranian American Council, Jamal Abdi, mengatakan kepada Buzzfeed bahwa tak ada pengecualian bagi seorang seniman untuk pelarangan itu. Ia menyebutkan bahwa Asghar dipastikan tak bisa hadir dalam pesta perfilman dunia itu.
"Ini sangat menyedihkan, meskipun ada beberapa masalah antara pemerintahan Iran dengan pemerintah lainnya, tapi tidak dengan orang-orangnya. Terutama orang yang memproduksi film atau simbol kemanusiaan. Kita diperlakukan seolah-olah teroris," katanya.
Academy of Motion Picture Arts and Sciences sebagai penyelenggara Oscar pun mengatakan mereka juga cukup terganggu dengan pelarangan itu.
Trump baru saja menandatangani kebijakan imigrasi tentang pelarangan warga Suriah, Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman masuk ke AS. Disebutkan bahwa selama setidaknya 90 hari ini, pemerintah AS akan membatasi pemberian visa bagi warga dari Suriah dan enam negara tersebut. (nu2/nu2)











































