Di siang hari yang cukup panas di Singapura pada Selasa (8/11), detikHOT dan sejumlah media dalam dan luar negeri lainnya diberi kesempatan untuk berbincang sejenak dengan Griselda di Marina Bay Sands Convention Hall. Dalam kesempatan tersebut, Griselda, yang kala itu memadukan atasan hitam dengan rok bermotif bunga, bercerita mengenai pengalamannya bekerja untuk Disney dan 'Moana'.
Griselda hanya menghabiskan 15 tahun masa hidupnya di Indonesia sebelum pada akhirnya memutuskan untuk pergi ke Amerika Serikat. Ia bergabung dengan Walt Disney Animation Studios setahun yang lalu, dan diminta untuk menggarap 'Moana' sebagai proyek pertamanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Moana' adalah sebuah film animasi Disney dengan bumbu-bumbu budaya Polinesia di dalamnya. Sehingga, banyak penelitian yang harus dilakukan oleh Griselda sebelum menciptakan visual untuk film tersebut.
"Kami harus memastikan kalau kami mewakili budaya Polinesia dengan benar. Bukan asal-asalan membuatnya. Kami harus mempelajari desain seperti apa yang biasa digunakan oleh para penduduk Polinesia, apa yang membuat desainnya berbeda. Kami harus mempelajari hal tersebut. Tapi hal baiknya, semua sudah disediakan oleh tim peneliti. Sehingga banyak sekali material yang bisa dikerjakan," lanjutnya.
Banyak sekali hal yang dipelajarinya dalam proses pembuatan 'Moana' dan dalam kariernya bekerja bersama Disney. Sehingga, Griselda pun punya tips untuk para animator-animator muda di Indonesia yang ingin menjadi seperti dirinya.
"Terus berlatih. Mulailah dari gambar dan lukisan. Jangan cepat-cepat ingin melukis dengan bantuan komputer. Media tradisional itu sangat penting. Kita punya banyak sekali lukisan dan karya-karya seni lainnya. Belajarlah dengan media tradisional dan menggabungkannya dengan gaya barat. Jangan lupa untuk menghormati budaya kita sendiri. Maka, kalian akan menciptakan kombinasi yang luar biasa," pungkasnya.
(dal/tia)










































