Pelantun 'Jakarta Ramai' itu merasa bangga bisa memerankan sosok Trinity, sang pionir backpacker perempuan yang masih ada hingga kini. Dia menganggap passion, cerita, dan sosok sang penulis buku 'The Naked Traveler' ini begitu menarik.
Dan, setelah mencoba menjadi Trinity dalam film, Maudy pun merasakan hal seru. Melewati berbagai kota yang menjadi lokasi syuting, dia sempat mengalami kesusahan dan tantangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
|
"Di NTT (Nusa Tenggara Timur) nginep di kapal, rumah penduduk. Naik ke pulau yang berbukit dan panas. Bener-bener yang naik gunung, nggak ada stand dengan take yang berapa kali," lanjutnya.
Ada efek yang dirasakan wanita kelahiran 19 Desember 1994 itu setelah menempuh lokasi tersebut. Yang paling terlihat yakni dari bagian tubuhnya.
"Aku belang nih. Ini sudah luluran setiap hari juga padahal. Saya juga ada interaksi sama burung dan dia mencengkram di lengan saya ini, bekasnya ada. Luka-luka di kaki. Nggak kerasa sih juga sih tahu-tahu bentol karena serangga," bebernya lagi.
Meski begitu, Maudy tetap semangat dan menjalaninya dengan senang syuting di film garapan sutradara Rizal Mantovani tersebut. Sebab, selain bisa berkeliling melihat keindahan alam, dirinya juga dapat belajar keanekaragaman yang unik dan bersejarah di film tersebut.
"Agak melelahkan memang. Tapi saya merasa menyenangkan dan happy," tandas Maudy.
(mau/wes)












































