Korea Mulai Lirik Industri Film Indonesia

Korea Mulai Lirik Industri Film Indonesia

Desi Puspasari - detikHot
Jumat, 12 Agu 2016 18:39 WIB
Korea Mulai Lirik Industri Film Indonesia
Foto: Desi Puspasari
Jakarta - Industri perfilman Indonesia memang sedang 'tancap gas'. Rumah produksi berlomba-lomba melahirkan film yang berkualitas dan menarik.

Perkembangan perfilman Indonesia ternyata cukup mengambil perhatian negara-negara tetangga. Setelah banyak artis dan film Indonesia yang unjuk gigi di Hollywood, Korea ternyata juga mulai melakukan pendekatan.

"Awalnya kami pikir produksi film di Indonesia seperti film tahun '90-an atau 2000-an. Ternyata setelah dilihat, sudah sangat maju. Kami melihat ekspektasi yang sangat besar dan membuat kami excited," ucap Gyuree Kim, selaku researcher dari Korean Film Counsil (Kofic) saat berkunjung ke kantor Falcon Pictures di Kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (12/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar satu jam, Gyuree dan rombongsn melihat bagaimana Falcon Pictures sebagai salah satu rumah produksi membuat film. Falcon Pictures menjadi salah satu dari dua rumah produksi yang dipilih oleh Kofic untuk bertukar pikiran tentang industri film.

"Kami punya pertemuan serius dengan beberapa perusahaan. Kami datang untuk kerja sama dalam produksi, banyak pertemuan dengan sutradara muda dan production house," lanjut Gyuree.

Gayung bersambut, HB Naveen sebagai executive produser Falcon Pictures, menanggapi positif hal tersebut. Momen ini bisa menjadi cara film-film di Indonesia memperkenalkan diri lebih dekat ke Korea.

"Saya lihat produksi mereka, saya rasa tidak kalah dengan mereka. Kita lihat produksi mereka, dia lihat produksi kita ternyata sudah maju. Di Korea film udah seperti budaya," timpal Naveen.

Menggabungkan Indonesia dan Korea salam satu karya sebuah film memang tidak mudah. Film dan aktor Indonesia masih harus mencari hingga mendapat tempat di Negeri Gingseng itu.

"Kalau di kita sebenarnya lebih mudah karena acara mereka (film, drama Korea, aktor) sudah ditunggu (penonton Indonesia). Nah, tapi film kita yang harus menyeberang ke sana," jelas Naveen. (pus/dar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads