Film 'Untuk Angeline' Diharapkan Jadi Warning Kekerasan Terhadap Anak

Film 'Untuk Angeline' Diharapkan Jadi Warning Kekerasan Terhadap Anak

Komario Bahar - detikHot
Senin, 27 Jun 2016 18:00 WIB
Film Untuk Angeline Diharapkan Jadi Warning Kekerasan Terhadap Anak
Foto: dok detikhot
Jakarta - Kepergian bocah bernama Engeline yang tewas dan ditemukan di pekarangan rumah ibu tiriya diangkat ke layar lebar dengan judul 'Untuk Engeline'.

Dengan maksud mengkampanyekan anti kekerasan terhadap anak, Seto Mulyadi mengapresiasi film ini. Pria yang akrab disapa Kak Seto itu menganggap film ini bisa menjadi pengingat bahwa kekerasan terhadap anak begitu dikecam.

"Kita harus mengkampanyekan setop kekerasan terhadap anak. Dan film ini menjadi tombak untuk melakukan kampanye tersebut," katanya dalam acara pemberian santunan kepada anak yatim di Gedung Graha BKKKS, Jakarta Pusat.

Publik Indonesia dikejutkan dengan sebuah temuan tragis. Sosok anak kecil yang belakangan diketahui bernama Engeline, terbujur kaku di sebuah lobang di bawah kandang ayam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Kejadian yang berlangsung pada bulan Juni 2015 di Bali sontak mendapat perhatian khusus. Engeline, anak kecil berusia 9 tahun yang meninggal tak wajar di rumah orang tua angkatnya, Margriet. Sejak saat itu juga, proses peradilan dilakukan dan terus berlangsung hingga hari ini.

Rumah produksi Citra Visual Sinema bertanggung jawab di balik film 'Untuk Angeline'. Menggandeng empat bintang utama Kinaryosih (Midah, ibu kandung Angeline), Teuku Rifnu Wikana (Santo, suami Midah), Roweina Umboh (Terry) dan aktris cilik Naomi Ivo (Angeline).

Kinaryosih yang memerankan Midah mengaku melakukan observasi mendalam. Ia kerap terharu menjalani adegan-adegan dalam film ini.

"Untuk dapat menghayati peran ini, saya harus melakukan observasi dan bertemu dengan Ibu Samidah. Saya juga berdiskusi dengan sutradara dan produser," kata Kinaryosih. (kmb/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads