Apa Aja Sih Faktor Sukses 'Comic 8: Casino Kings Part 2'?

Dicky Ardian - detikHot
Kamis, 10 Mar 2016 22:00 WIB
Foto: doc. Falcon Pictures
Jakarta - Film bagian kedua dari seri 'Comic 8: Casino Kings' menjadi salah satu film yang sukses di awal tahun ini. Penontonnya sudah menembus angka satu juta yang merupakan efek dari banyak hal.

Yang pertama tentunya karena jumlah layar bioskop yang memutar film yang diperankan oleh Indro 'Warkop' itu yang terbilang banyak. Sebanyak total 200 layar bioskop menayangkan 'Comic 8: Casino Kings Part 2' setelah awalnya hanya diberikan 110 layar bioskop oleh Cinema 21 di awal pemutaran 3 Maret lalu.

Menurut Arie Keriting, salah satu pemainnya, efek lain yang menjadikan 'Comic 8: Casino Kings Part 2' sukses di bioskop adalah rasa penasaran penonton pada bagian pertama film tersebut. Sehingga mereka yang sudah menunggu-nunggu sejak dua tahun terakhir akhirnya bisa mengobati rasa penasaran tersebut.

"Satu juta penonton karena penonton kebentuk dari awal dan menunjukkan mereka tidak kecewa dengan yang pertama, sehingga penonton sudah nunggu banget. Pasarnya sudah terbentuk dari dua tahun kemarin," katanya ketika ditemui di kantor Falcon Pictures, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Kamis (10/3/2016).

Beberapa pemain lain seperti Ernest Prakasa, juga menyebut kesuksesan film ini berkat metode promosi yang besar-besaran. Sehingga banyak orang akhirnya ingin mencari tahu lebih lanjut soal filmnya. Sebagai film yang diperankan oleh banyak stand up comedian, tidak banyak promosi di dalam fanbase yang dilakukan oleh para komika.

"Kami sih tidak pernah menggunakan konsep fanbase kita. Karena di sisi lain, kita menggantungkan kualitas kepada fanbase, tapi kami tidak membentuk skema fanbase sehingga siapapun boleh ikut dan nonton film ini. Pas promo kami juga nggak stand up, pasarnya ternyata beda," lanjutnya.

Faktor terakhir yang memberikan efek sukses buat 'Comic 8: Casino Kings Part 2' menurut Arie Keriting adalah improvisasi lawakan dalam film. Karena menurutnya, film komedi tidak bisa hanya berpatokan pada skrip saja.

"Di Film ini nggak dibatasi ranah komedinya boleh eksplor semampu kita. Sehingga ada elemen yang nggak ada di skenario. Kami selalu bersikukuh kalau film komedi nggak boleh based on script. Yang kami kedepankan adalah timing," tandasnya.

(ron/ron)