detikHot

Laporan dari Los Angeles

Mark Rylance Bikin K.O Sylvester Stallone di Oscar

Kamis, 03 Mar 2016 16:20 WIB Adhie Ichsan - detikHot
Mark Rylance / Foto: Christopher Polk/Getty Images
Jakarta -

Mark Rylance bukan petinju, tapi dia sanggup bikin K.O Rocky Balboa (Sylvester Stallone). Skenario itu hanyalah gambaran dari panggung Oscar yang memenangkan Mark di kategori Aktor Pendukung Terbaik Academy Awards 2016.

Dalam film 'Bridge of Spies', Mark yang kini berusia 56 tahun itu memerankan tokoh mata-mata Rusia yang tertangkap pemerintah AS. Dia beradu akting dengan Tom Hanks yang berperan sebagai negosiator ulung.

Ceritanya, tokoh Mark akan ditukar dengan pilot Amerika Serikat yang menjadi tahanan Rusia di sebuah jembatan di Jerman. Film arahan sutradara Steven Spielberg ini memiliki latar Perang Dingin pada 1960.

Dalam kategori Aktor Pendukung Terbaik Oscar, Mark mengalahkan Sylvester Stallone, sang petinju legendaris Rocky Balboa di film 'Creed'. Dia juga unggul dari Mark Rufallo (Spotlight), Tom Hardy (The Revenant), serta Christian Bale (The Big Short). Ketika nama Mark Rylance disebutkan sebagai pemenang Oscar, banyak undangan di Dolby Theatre terkejut. Alasannya, sebelum Oscar, banyak yang memprediksi Sylvester Stallone sebagai pemenang.



Mark sendiri tak terlalu menganggap Academy Awards sebagai pengakuan, melainkan hanya perayaan dari pesta film. Malah dia menilai dirinya hanya 'juru bicara' bagi Aktor Pendukung Terbaik lain yang masuk nominasi, dan yang juga tak masuk nominasi.

"Mereka adalah aktor yang sangat bagus, dan ada banyak aktor pendukung yang bagus lainnya di luar lima nominasi. Ada Idris Elba dan Paul Dano, aktor lainnya. Aku tak terlalu menganggap ini serius," katanya dari backstage interview room di Dolby Theatre, Hollywood, yang turut dihadiri detikHOT.

Ada hal lucu selama musim penghargaan film, saat Mark Ruffalo dan Mark Rylance saling berkompetisi di kategori tersebut. Katanya, banyak orang sering salah sangka ketika salah satu nama mereka disebut sebagai pemenang.

"Mark Ruffalo bilang kepadaku di Red Carpet bahwa itu terjadi kepadanya di BAFTA. Jadi yang memberikan penghargaan itu melambatkan suaranya setelah (menyebut nama, diikuti huruf) R dan beberapa orang dari timnya langsung melihat ke arah dia dan memberikan selamat. Hingga kemudian (huruf) Y‑L‑A‑N‑C‑E muncul dan menghancurkan mimpinya," kata Mark seraya tertawa penuh simpati.

Mark Rylance menyebut 'Bridge of Spies' adalah film yang menjadi 'jodoh' untuknya kerja bareng Steven Spielberg. Tiga dekade lalu, dia pernah mendapat tawaran peran dari sang sutradara legendaris, tetapi saat itu dia terpaksa menolaknya. Bagi sebagian aktor, mungkin terdengar gila. Aktor mana yang menolak tawaran sutradara Steven Spielberg?



Saat itu di 1986, Mark ditawari Spielberg untuk memainkan peran kecil dalam 'Empire of the Sun'. Setelah ditolak, Spielberg menawarkannya lagi. Mark kemudian berpikir ulang, karena saat itu dia juga mendapat tawaran panggung teater dari sutradara lain yang dikaguminya selama bertahun-tahun.

"Steven dengan sangat baik mengatakan bahwa aku boleh tidak menerimanya, dan aku memutuskannya setelah empat jam. Meskipun saat itu pertunjukan tidak terlalu sukses, aku bertemu istriku di hari pertama. Jadi itu keputusan tepat," kenangnya seraya tertawa.

Selama proses produksi, Mark merasakan pengalaman menarik. Salah satunya berada di Jembatan Glienicke, Berlin, tempat asli saat pertukaran mata-mata Rusia dan pilot Amerika dilakukan. Saat itu cuaca sangat dingin, dan dia beserta para kru dan pemain lain mengenakan berbagai macam baju penghangat.

"Lalu Chancellor Merkel datang sekitar jam 2.00 pagi tanpa penutup kepala, tanpa scarf, tanpa sarung tangan, dan berada di situ sekitar 45 menit berbicara dengan orang-orang dan melihat kamera. Dia cukup kecewa karena (aslinya) aku tidak berbahasa Rusia."


(ich/mif)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com