Liza Altena, seorang gadis asal Jerman yang tengah menempuh pendidikan sebagai mahasiswa pertukaran pelajar di Indonesia, membuat video perdamaian. Setelah menonton film 'Bulan Terbelah di Langit Amerika' yang berbicara mengenai aksi menentang penyudutan muslim sebagai teroris, Liza bersama puluhan temannya yang berasal dari Eropa menginisiasi pembuatan video ini.
Seperti yang diketahui, serangan Paris yang dilakukan oleh kelompok fanatik ISIS menciptakan stereotype negatif di benak masyarakat Eropa kepada umat muslim. Padahal, seperti yang diceritakan dalam film garapan Rizal Mantovani ini, umat muslim tak bisa digeneralisasi sebagai teroris.
Liza mengaku tak bisa tinggal diam. Setelah menonton sendiri film karya warga Indonesia, Liza merasa semakin yakin bahwa stereotype negatif itu tak benar adanya. Setelah tiga bulan berada di Indonesia, Liza telah mengenal banyak orang muslim yang bersikap begitu ramah kepadanya. Orang muslim yang dipikirkan oleh masyarakat Eropa kebanyakan telah ia buktikan tidak benar adanya. Muslim yang sesungguhnya mencintai perdamaian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Sosok Ibrahim Hussein, seorang muslim yang menyelamatkan nyawa milyuner Philipus Brown dalam film, diakui Liza menggambarkan umat muslim kebanyakan yang ia temui di Indonesia. Karakter Azima yang memiliki keteguhan hati untuk menjaga imannya juga menjadi contoh umat muslim yang seharusnya. Untuk itu, Liza juga menginisiasi sebuah kampanye 'Terrorisme Has No Religion' yang menekankan bahwa aksi teror tak ada sangkut pautnya dengan agama tertentu, terutama umat muslim.
![]() |
"Apa yang dilakukan Liza dan teman-teman memiliki spirit yang sama dengan message yang ingin disampaikan melalui film kami," ujar Rangga Almahendra, sang penulis naskah.












































