Eddie Cahyono mengungkapkan hal itu saat dihubungi detikHOT belum lama ini melalui sambungan telepon. Ia menuturkan film ini lantas diniatkan mesti rampung meski persoalan dana yang tak banyak.
"Budgetnya kurang lebih seratus juta waktu itu. Bareng sama Ifa (Isfansyah) kemudian kita pikirin mau bikin film apa dan gimana," ujar Eddie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eddie dan Ifa memang tergabung di bawah komunitas film yang sama. Yakni komunitas film indie Fourcolor yang berbasis di Yogyakarta.
Di tengah proses Eddie juga sempat didera persoalan lain. Yakni pemeran utama yang tiba-tiba mengundurkan diri.
Di situlah ia dan kru memberanikan melibatkan Sekar Sari pemeran 'Siti' yang dalam kehidupan nyata adalah seorang penari. Eddie mengaku tak punya waktu banyak. Mengingat target yang ia kejar yaitu bisa mengirimkan film ini ke festival film di Busan.
"Saat itu yang kita kirim ke Busan aja mepet banget. 'Siti' masih dalam proses edit tapi udah kita kirim ke sana," imbuh Eddie.
Rampungnya 'Siti' dinilai sutradara lulusan ISI Yogyakarta ini tak terlepas dari keberuntungan. Meski hanya memakan waktu enam hari, 'Siti' selesai sesuai dengan apa yang ia inginkan. Di luar usaha dan kerja keras, Eddie meyakini terselip 'keajaiban' yang memandu dirinya dan tim produksi selama pembuatan 'Siti'.
"Sejak pertama survey ke Parangtritis langsung ketemu lokasi yang ada di bayangan saya. Terus ketemu Sekar juga itu bagian dari jodoh di antara kepusingan saya pas pemeran utama mengundurkan diri. Meski baru pertama akting dia bisa cocok mendalami peran Siti, feelnya dapet saya bersyukur film ini berjalan sesuai harapan," tukas Eddie.
(doc/doc)











































