'3 Nafas Likas' Diputar di Myanmar

'3 Nafas Likas' Diputar di Myanmar

Adhie Ichsan - detikHot
Selasa, 24 Nov 2015 14:53 WIB
3 Nafas Likas Diputar di Myanmar
Foto: Lights PR & Publicist
Jakarta -

Film '3 Nafas Likas' besutan sutradara peraih Piala Citra tahun 2013 Rako Prijanto baru saja diputar di Myanmar. Penonton yang memadati kursi berasal dari pejabat Kementerian Informasi dan Komunikasi Myanmar, Duta Besar Negara sahabat dan kalangan diplomatik setempat, kalangan mahasiwa, penggiat film, masyarakat Indonesia di Myanmar serta masyarakat umum.

Kegiatan Film Screening ini digagas oleh Direktorat Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yangon, Myanmar. Acara ini merupakan bagian dari Indonesian Products, Tourism and Culture Exhibition yang berlangsung pada 21 – 22 November lalu.

Kegiatan pemutaran film Indonesia yang baru pertama kalinya dilaksanakan di Myanmar. Selama ini, tak banyak film asing yang beredar di bioskop komersial di Myanmar. Film yang diputar terbatas hanya film Hollywood dan film lokal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tak heran, akademisi dan masyarakat perfilman Myanmar tidak melewatkan kesempatan langka menonton film Indonesia ini," demikian keterangan yang diterima detikHOT dari tim publisis '3 Nafas Likas'.

Film '3 Nafas Likas' yang menceritakan tentang peran wanita juga dinilai sangat menarik. Terlebih Myanmar baru saja melaksanakan pemilu yang dimenangkan oleh tokoh perempuan pro-demokrasi dan HAM Aung San Suu Kyi. Duta Besar RI untuk Myanmar Ito Soemardi menyatakan bahwa film '3 Nafas Likas' sangat tepat ditayangkan di Myanmar yang saat ini tengah mengalami transisi demokrasi dengan kemenangan Aung San Suu Kyi.

"Saya mengharapkan kedepannya semakin banyak film Indonesia diputar di Myanmar." demikian ungkap Dubes Ito.


Reza Hidayat, Produser 3 Nafas Likas, yang berkesempatan hadir untuk memberikan mini workshop di awal pemutaran film juga menyampaikan kegembiraannya bahwa '3 Nafas Likas' menjadi film Indonesia pertama yang diputar di Myanmar. "Tema wanita yang diangkat dari sosok Likas sengaja ditampilkan untuk menegaskan bahwa dibalik pria hebat selalu ada wanita kuat," demikian ungkapnya.

Kegiatan pemutaran film ini bertujuan untuk semakin memperkenalkan budaya Indonesia di Myanmar serta memperkuat interaksi antar manusia (people to people contact) antara masyarakat kedua negara. Banyak penonton mengaku tersentuh dengan tokoh Likas yang diperankan Atiqah Hasiholan.

(ich/ron)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads