Film 'Bulan Terbelah di Langit Amerika' bercerita mengenai perjalanan Rangga (Abimana Aryasatya) dan Hanum (Acha Septriasa) di New York, Amerika Serikat untuk menyingkap fakta-fakta tersembunyi di balik tragedi 9/11. Film ini diakui sebagai film termahal dalam sejarah produksi Maxima Pictures yang berdiri sejak tahun 2004, meskipun tidak menyebut nominal.
Film yang menguak sejarah Islam di negeri Paman Sam dan juga mengulas kronologis tragedi 9/11 ini melibatkan banyak pihak, termasuk local casts asli warga Amerika Serikat. Tidak hanya itu, perizinan lokasi di Amerika Serikat pun tidaklah mudah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Abimana, tantangan terbesar adalah mengemban tanggung jawab sosial pada tokoh aslinya, yaitu Rangga. βKarena kan orangnya masih hidup dan bisa ditemui. Kalau saya membawakan pesan yang buruk, maka impact-nya pun akan dirasakan Mas Rangga,β ungkapnya. Berbeda dengan Abimana sebagai aktor, bagi Maxima, tantangan terbesar tentu saja adalah menyampaikan pesan baik dari penulis novel Bulan Terbelah di Langit Amerika, yaitu Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. βTantangannya adalah meyakinkan masayarakat Indonesia bahwa buku dan film sama-sama bagusnya,β ujar Yoen.
Sebagai novel National Bestseller 2014, Bulan Terbelah di Langit Amerika tentu telah memiliki pasar pembaca tersendiri, maka Maxima merasa optimis bahwa film ini akan meraih sukses. Tidak hanya itu, Maxima Pictures juga berambisi mengulang kembali keberhasilan yang telah diraup '99 Cahaya di Langit Eropa' dan menjadikannya salah satu film box office Indonesia.
(ich/ich)











































