Sebagai production house yang mendapat hak untuk memfilmkan novel 'Bulan Terbelah di Langit Amerika', saat ini Maxima International tengah bersiap-siap untuk proses produksi film tersebut. Menggandeng sutradara kondang Rizal Mantovani, film ini masih didukung para pemain film '99 Cahaya di Langit Eropa' seperti Acha Septriasa, Abimana Aryasatya dan Nino Fernandes.
"Film Bulan Terbelah di Langit Amerika merupakan sebuah film religi kontemporer. Dalam film ini sudah tidak lagi dibahas isu-isu konvensional seperti dilema halal-haram, poligami dan sebagainya. Tetapi akan lebih banyak dibahas isu global, dinamika sosial dunia Islam pasca runtuhnya WTC," kata Hanum Rais saat acara Syukuran dan Buka Puasa Bersama film Bulan Terbelah di Langit Amerika yang dilangsungkan di Istanbul Turkey Restaurant, Ampera, Jakarta Selatan, akhir pekan kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutradara Rizal Mantovani mengatakan, keunggulan film ini karena akan dibuat reka ulang adegan runtuhnya WTC, dari sudut pandang di dalam gedung. "Adegan itu kita akan lakukan di studio," katanya.
Hanum sebagai penulis novel sekaligus salah satu penulis script mengatalam, selama ini insiden WTC lebih menyudutkan muslim sebagai pelaku, padahal sejatinya pihak muslim yang paling dirugikan dan justru dunia Islam menjadi korban pasca insiden kejadian itu.
"Film ini akan mengambil lokasi syuting di tiga kota besar di Amerika Serikat, yaitu New York, Washington DC dan San Fransisco. Dengan mengambil setting musim gugur, film ini direncanakan mulai syuting Oktober mendatang," tambah Eksekutif Produser Yoen K dari Maxima International.
(ich/ich)











































