Pintu Rujuk Pixar dan Disney Tertutup
Rabu, 16 Feb 2005 13:44 WIB
Jakarta - Banyak yang berharap dua studio animasi besar, Pixar dan Disney bisa berdamai. Tetapi asa itu musnah tatkala pimpinan Pixar yang sukses membuat film macam Toy Story dan The Incredibles menutup peluang damai.Selama 10 tahun hubungan Disney dan Pixar sangat mesra. Disney mendistribusikan semua enam film Pixar dari Toy Story (1995) sampai The Incredibles dengan meraup penghasilan hingga US$ 3 miliar dari tiket bioskop. Dalam kesepakatan dengan Pixar dan Disney, kedua perusahaan itu berbagi pendapatan dan lisensi. Pixar masih punya satu film dalam tahap kemitraan bersama Disney yaitu Cars.Belakangan kemitraan Pixar dan Disney sedang terhempas angin ribut. Pixar ingin membuat peruntungan lebih dalam hal pemasaran dari perjanjian yang sudah dibuat bersama Disney. Selama ini memang Disney memegang hak milik film Pixar yang berarti jika ada sekuel atau seri televisi adalah jatah untuk Disney. Penjualan merchandise karakter juga menjadi jatah Disney. Pixar ingin membuat sebuah kesepakatan di mana mereka akan mengeluarkan semua biaya pembuatan film dan memberikan enam hingga 10 persen pendapatan kepada studio untuk pemasaran. Dengan cara ini, Pixar akan memiliki hak cipta terhadap film dan karakter mereka. Jika Disney ingin menjual merchandise, tentu harus melalui persetujuan Pixar. Disney tidak setuju dan pecahlah hubungan keduanya.Rupanya keputusan inilah yang tidak akan diubah oleh Steve Jobs, pendiri dan pimpinan utama Pixar. "Pertanyaannya adalah: haruskan kita mengisi kekosongan pada jadwal produksi kita dengan sekuel di mana kita hanya mendapat bagian 50 persen dari keuntungan dan (film itu) selamanya akan menjadi milik Disney?" ujar Jobs. "Atau haruskah kita mengisi (jadwal produksi) dengan film asli buatan Pixar, di mana kami mendapatkan 100 persen keuntungan, penuh dan memiliki film itu?" tambah Jobs dikutip guardian, Rabu (16/2/2005). (tis/)











































