Soundtrack Terpopuler 10 Tahun Terakhir Film Indonesia (1)

65 Tahun Film Indonesia

Soundtrack Terpopuler 10 Tahun Terakhir Film Indonesia (1)

- detikHot
Senin, 30 Mar 2015 14:22 WIB
Soundtrack Terpopuler 10 Tahun Terakhir Film Indonesia (1)
Jakarta - Selamat Hari Film Nasional yang ke-65 para insan perfilman. Bicara soal perfilman Indonesia, tentunya tidak pernah lepas dari musik-musik yang mengiringinya. Disebut soundtrack, lagu-lagu ciamik itu sukses membuat penonton terhanyut dengan alur cerita dan visualisasi di layar lebar. Dan itu bukanlah hal baru, misalnya pada 1949 dimanan Bing Slamet sukses menyihir penonton film 'Menanti Kasih' dengan judul lagu sama.

Ikang Fawzi di tahun 1987 juga sukses menyanyikan soundtrack film 'Catatan Si Boy'. Belum lagi kalau menyebut nama Rhoma Irama, hits 'Darah Muda' juga meledak bersamaan dengan filmnya, begitu juga puluhan soundtrack si Raja Dangdut itu. Pada era 2000-an awal, siapa yang lupa kesuksesan Melly Goeslaw lewat lagu album soundtrack 'Ada Apa Dengan Cinta?'. Genre anak-anak juga mendapat perlakuan serupa saat film 'Petualangan Sherina' memuat lagu-lagu indah yang dinyanyikan Sherina dan Derby Romero.

Nah, ikatan cinta musik dan film terus berlanjut hingga hari ini. Bahkan sejumlah lagu tercatat sukses 'meledak-ledak', setidaknya 10 tahun terakhir. Apa saja judulnya? Berikut daftar soundtrack terpopuler selama 10 tahun terakhir versi detikHOT!

Tahun 2005

Tahun 2005 dibuka dengan empat soundtrack film drama paling populer saat itu. Pertama ada 'Apa Artinya Cinta?' yang dinyanyikan Melly Goeslaw feat Ari Lasso dalam film berjudul sama. Lagu balada romantis itu langsung melejit menjadi soundrtrack semua pasangan yang sedang dilanda rasa gundah. Berikutnya ada 'I Remember' dari Mocca dalam film 'Catatan Akhir Sekolah'. Single yang khusus diciptakan untuk film besutan Erwin Arnada itu membuat nama Mocca melejit di panggun pensi SMA.

Lagu ketiga ada 'Dealova' yang dibawakan Once dari film berjudul 'Dealova'. Vokal prima Once membuat lagu 'Dealova' bahkan lebih sukses daripada filmnya. Terakhir ada 'Gie' yang dimainkan oleh Eross Chandra feat Okta. Bermodakan petikan gitar akustik, Eross sukses mendramatisir plot drama dalam film 'Gie' yang sarat politik.

Tahun 2006

Setahun setelahnya, tepatnya tahun 2006, masih sama banyaknya soundtrack lokal yang populer. Misalnya lagu 'My Heart' oleh Irwansyah feat Acha Septriasa dari film drama 'Heart'. Menjadi bintang utama di film dan soundtrack membuat lagu 'My Heat' masih dikenang sampai hari ini. Begitu juga lagu 'Ada yang Hilang' dari Ipang Lazuardi dalam film 'Realita, Cinta dan Rock N' Roll'. Film yang mendapat respon sangat positif itu membuat 'Ada yang Hilang' menjelma menjadi lagu favorit patah hati para remaja tahun itu.

Selain itu ada juga 'Bandung 19 Oktober' dari film 'Jomblo' yang dinyanyikan band Seurieus. Band yang dulunya dihuni Candil Cs itu berhasil membayangi kesuksesan film yang dibintangi Agus Ringgo, Christian Sugiono, Dennis Adhiswara dan Rizki Hanggono itu. Tidak cuma satu lagu, Seurieus berhasil melambungkan lagu lainnya seperti 'Sendiri Itu Indah' dan 'Kecuali Dia'.

Soundtrack yang tidak kalah populer lainnya adalah 'Sunny' yang dinyanyikan Bunga Citra Lestari alias BCL dalam film 'Cinta Pertama'. Lagu tersebut merupakan karya perdana BCL di panggung musik nasional yang sukses di pasaran. Bahkan lebih besar daripada film yang juga dibintangi dirinya itu.

Tahun 2007

Tidak sebanyak dua tahun sebelumnya, pada 2007 tercatat hanya ada tiga lagu yang populer menjadi soundtrack. Pertama kali detikHOT mencatat adalah lagu 'Pandangan Pertama' yang dinyanyikan Slank dan Nirina Zubir dalam film 'Get Married'. Lagu daur ulang A Rafiq itu terdengar segar dan bernuansa rock di tangan Kaka Cs. Tidak hanya satu lagu, tapi album soundtrack 'Get Married' pun laris. Bahkan kerjasama Slank dan 'Get Married' terus menuai popularitas seri ke-4.

Berikut ada '3 Hari untuk Selamanya' milik grup musik indie Float di film berjudul sama. Lagu bernuansa akustik yang syahdu itu kerap kali menjadi soundtrack perjalanan mereka yang menggunakan mobil ke luar kota. Mencontek adegan Yusuf (Nicholas Saputra) dan Ambar (Adinia Wirasti) di film arahan Riri Riza itu.

Terakhir ada lagu yang dinyanyikan Monty Tiwa dari film yang disutradarainya, 'Mengejar Mas-Mas', berjudul 'Aku Mencintaimu'. Lirik jenaka pada film drama komedi itu membuat lagunya sempat hits di banyak radio maupun tongkrongan anak muda. "Aku mencintaimu / Seperti pecandu yang cinta sabu / Aku mencintaimu / Seperti pejudi yang cinta dadu," nyanyi Monty Tiwa.

Tahun 2008

Tahun 2008 menjadi duel dua soundtrack yang sama megahnya. Pertama berjudul 'Ayat-Ayat Cinta' dari film berjudul sama yang dinyanyikan oleh Rossa. Tidak bisa lupa, setiap kali menyanyikan lagunya, pasti terbayang wajah Fedi Nuril, Carissa Puteri dan Rianty Cartwright yang sedang terlibat cinta segita serta konflik agama itu.

Lagu kedua yang tak kalah heboh saat itu adalah milik Nidji dengan judul 'Laskar Pelangi'. Lagu bernuansa ceria itu dipersembahkan Giring Cs untuk film drama keluarga emosional dari buku 'Best Seller' karangan Andrea Hirata.

Tahun 2009

Dualisme soundtrack terpopuler juga terjadi pada tahun 2009, kala Afgan bertemu dengan trio rock, Netral. Lagu 'Bukan Cinta Biasa' dalam film berjudul sama yang dinyanyikan Afgan sukses besar, lebih besar dari film arahan Benni Setiawan itu. Bahkan membuat nama Afgan semakin bersinar di kancah solois Tanah Air.

Namun Netral juga tidak bisa dibilang biasa saja. Lagunya 'Garuda di Dadaku' yang bernuansa patriotisme, sering kali menjadi tembang nasional ratusan ribu pendukung sepakbola Indonesia. Lagu tersebut berjudul sama dengan filmnya yang bercerita tentang sepakbola Tanah Air.

Tahun 2010

Hanya satu yang menurut detikHOT pantas disebut populer pada tahun 2010. Yaitu lagu misterius berjudul 'Jauh (Tinggal Kenangan)'. Cerita perempuan bernama Gaby di balik lagu itu, menjadi bumbu penyedap paling wangi yang membuat lagu milik band Caramel itu tershor ke segala penjuru Nusantara.

'Jauh (Tinggal Kenangan)' kemudian diangkat ke dalam film layar lebar dalam judul 'Gaby dan Lagunya' oleh sutradara Nayato Fio Nuala.
Halaman 2 dari 7
(mif/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads