Remaja Bicara Gender dalam Film
Senin, 31 Jan 2005 13:47 WIB
Jakarta - Nonton film yang bertema gender, berhadiah jalan-jalan ke London bareng Riri Riza. Tapi nontonnya bukan sembarang nonton lho, harus prsentasi dan bikin essai juga.Tahun ini British Council mencoba meraih pangsa pasar muda dalam British Film Festival. Untuk meraihnya mereka mengajak kerjasama lima sekolah dari lima kota yang berbeda di seluruh Indonesia. Seperti pada 29-30 Januari 2005 kemarin British Council bekerjasama dengan SMUN 8 Jakarta menggelar British Film Festival di MPX Pasaraya Grande, Blok M, Jakarta Selatan.Dalam festival tersebut British Council memutar dua film panjang dengan disertai diskusi dengan para pekerja dan pelaku film ternama Indonesia. Film-film yang di putar hari Sabtu (29/1/2005) kemarin adalah School of Seduction dan The Trouble With Men and Women.Sedangkan diskusi yang diketengahkan temanya adalah "Gender Identity & Relationship in British and Indonesian Films." Mona Monika, Manager Public Relations British Council Jakarta, menjelaskan sebelum dikusi ini digelar, sudah ada 13 tim dari beberapa sekolah-sekolah di Jakarta yang membuat essai dengan tema "How gender is represented in British and Indonesian Film." Dalam membuat essai tersebut referensi film yang digunakan adalah film Indonesia berjudul "Uthopia" dan sebuah film Inggris berjudul "Dream Girls."Nantinya setiap tim tersebut akan mempresentasikan essai mereka dengan bahasa Inggris di depan para juri dan penonton. Dari 13 tim, akan diambil satu pemenang yang akan mewakili kota Jakarta untuk berkompetisi dengan pemenang dari kota lainnya. Pemenang utama kompetisi ini nantinya akan mendapatkan hadiah perjalanan ke London, Inggris selama 10 hari bersama Riri Riza."Isu gender kami angkat karena kami melihat isu ini sebenarnya ada di mana-mana. Tapi British Council saat ini mencoba mengenalkan isu tersebut ke anak-anak muda yang masih awam dengan isu tersebut. Dengan nonton film, mereka bisa cari tahu sendiri lewat film itu tetang gender," jelas Mona Monika kepada detikhot, Sabtu (29/1/2) di MPX Pasaraya Grande. Mona juga menambahkan British Council berharap dengan program ini anak-anak muda akan lebih sadar dan lebih memperdalam pengetahuan mereka tentang isu gender.Sedangkan menurut Nurul Arifin salah satu praktisi gender yang hadir pada diskusi Sabtu kemarin, diketengahkannya isu gender pada remaja melalui film merupakan salah satu cara yang cukup efektif. "Biasanya di usia remaja kan keingintahuannya masih besar, kayak dari diskusi tadi setidaknya sebagian besar dari mereka banyak sudah mulai antusias untuk mencari tahu," ujar perempuan yang memang aktif sebagai pembicara tentang isu-isu gender itu kepada detikhot.Gari dan Andina, salah satu peserta lomba menulis essai yang berasal dari SMU Al-Azhar Pusat juga berpendapat, program British Council ini ternyata dapat memberikan pengetahuan baru kepada mereka berdua serta teman-teman dari sekolah lainnya. Dengan menonton film dan membuat essai mereka tahu kalau masalah-masalah gender yang di hadapi di Indonesia ternyata sama dengan apa yang dihadapi di negara lainnya.British Film Festival yang disertai dengan kompetisi dan dikusi masih akan digelar sampai 27 Februari 2005 mendatang. Empat kota di Indonesia yaitu Yogyakarta, Malang, Makasar dan Medan akan mereka datangi. Kompetisi penulisan esai bertema gender pun masih akan terus berlanjut hingga satu pemenang didapatkan dan berhak mendapatkan hadiah utama perjalanan ke London, Inggris bersama Riri Riza. (eny/)











































