Di antara banyaknya karya dokumenter Nia, ternyata film terbarunya ini merupakan yang termahal. Bertindak sebagai produser, film tersebut diberi judul 'Tanah Mama'.
"Ini film dokumenter termahal buatku. Karena lokasinya sendiri (Wamena, Papua) sudah bikin mahal. Bolak-balik Jakarta-Papua sudah lebih mahal dari pesawat ke Tokyo," ungkap Nia sembari bercanda saat berbincang di Kantor detikHOT, beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin sekitar Rp 400 Juta-an totalnya. Yang termahallah ini," tutur produser 'Quickie Express' itu.
'Tanah Mama' merupakan buah dari proyek kolaborasi Nia Dinata dengan sutradara pemenang sayembara 'Project Change' bernama Asrida Elisabeth. Film dokumenter berbalut drama yang kental itu merekam kehidupan Halosina, ibu dengan empat anak yang terpaksa mencuri ubi di ladang adik iparnya sendiri setelah suaminya kawin lagi, dan tak mengurusinya.
Ia pun harus menghadapi hukuman adat, yakni mengganti rugi sebesar Rp 500 ribu. Ketika ia punya sedikit bawang dan sayuran untuk dijual di pasar kota, hasil yang didapatnya hanya cukup untuk membeli minyak goreng dan obat demam salah satu anaknya.
Selama 60 menit, dengan apik 'Tanah Mama' tidak hanya merekam emosi Halosina tapi juga keindahan alam Wamena, Papua yang begitu asri. Ditambah lagi gerak-gerik budaya perempuan Papua yang secara singkat tergambarkan.
(mif/mmu)










































