Sony Pictures: 'The Interview' Tetap Rilis

Sony Pictures: 'The Interview' Tetap Rilis

- detikHot
Senin, 22 Des 2014 14:28 WIB
Sony Pictures: The Interview Tetap Rilis
Jakarta - Polemik menyusul pembajakan yang dialami Sony Pictures terkait film terbaru mereka 'The Interview' masih terus berlangsung. Namun ternyata, gonjang-ganjing apakah Sony akan menuruti keinginan Korea Utara yang meminta pembatalan film tersebut sudah diputuskan.

Dilansir oleh Digital Spy, Senin (22/12/2014), Sony Pictures telah memastikan bahwa 'The Interview' akan tetapi dirilis. Dengan segala kontroversi yang menyertainya, Sony siap menempuh berbagai cara untuk mendistribusikan filmnya kepada masyarakat.

"Sony hanya menunda. Sony telah berjuang mendapatkan gambar ini untuk didistribusikan. Ini akan didistribusikan," ungkap pengacara Sony Pictures, David Boies, saat berbicara di Meet the Press NBC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

David Boies menambahkan bahwa sudah terlalu banyak orang yang ingin melihat film tersebut. Itulah yang membuat mereka tetap yakin meskipun Korea Utara sudah memberikan sinyal ancaman.

"Bagaimanapun itu akan didistribusikan, Saya belum tahu kapan. Tapi ini akan didistribusikan," tegas David Boies.

Beberapa pilihan sudah mulai bocor mengenai penayangan film yang dibintangi Seth Rogan dan James Franco itu. Dua di antaranya adalah YouTube serta sejumlah teater terpilih di Amerika Serikat.

Film 'The Interview' yang mengisahkan upaya pembunuhan terhadap presiden Korea Utara telah memicu terjadinya pembajakan terhadap Sony Pictures awal Desember kemarin. Para hacker memberikan surat ancaman yang mengatakan bahwa Sony Pictures lembaga yang serakah.

"Dunia akan penuh dengan ketakutan. Ingat dengan kejadian 11 September 2001. Kami sarankan Anda untuk menjaga diri jauh dari tempat itu. (Jika rumah Anda di dekatnya, Anda akan lebih baik pergi.) Apa pun yang datang dalam beberapa hari mendatang dikarenakan keserakahan Sony Pictures Entertainment," tulis hacker.

Pemerintah Korea Utara dituding berada di balik pembajakan itu. Namun, mereka membantah dan menantang untuk diadakannya investigasi bersama dengan pihak Amerika Serikat.

(mif/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads