'Doraemon Stand By Me' rilis di Jepang pada 8 Agustus lalu, dan langsung menduduki peringkat box office teratas di Jepang selama beberapa pekan. Film yang juga menandai 80 tahun kelahiran pencipta manga Doraemon Fujiko F. Fujio itu mengungguli film Hollywood yang tayang dalam waktu berdekatan, termasuk 'Lucy' yang dibintangi Scarlett Johansson serta saingan dalam negeri 'Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno'.
Saat ini, 'Doraemon Stand By Me' sudah menyedot pendapatan total sementara US$ 81 juta atau sekitar Rp 997,3 miliar dari bujet produksi yang mencapai US$ 35 juta atau sekitar Rp 431,6 miliar. Hasil itu akan bertambah karena film ini masih akan diputar di berbagai negara lain, yang keseluruhan jalur distribusinya mencapai 59 negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan tampilan grafis yang memukau, mereka dinilai berhasil memberikan sensasi baru dalam menyaksikan kisah persahabatan Nobita dan Doraemon. Karakternya lebih terasa nyata dan ekspresif.
Dua sutradara itu juga dikenal sebagai pionir dalam dunia animasi komputer di Jepang. Karya mereka di 'Doraemon Stand By Me' bisa dibilang tak kalah dengan produk animasi buatan Pixar.
Menurut divisi internasional studio film tersebut, Toho Co., awalnya 'Doraemon Stand By Me' ditayangkan dengan format 2D sebelum meluncur ke bioskop. Tetapi setelah dibawa ke berbagai festival internasional seperti di Cannes International Film Festival, banyak distributor yang tertarik membeli dengan format 3D, sehingga film itu kemudian diberi sentuhan baru.
'Doraemon Stand By Me' menampilkan cerita versi manga karya Fujiko F. Fujio yang dikemas ulang dan disesuaikan. Plot cerita merupakan gabungan dari "All the Way From the Country of the Future", "Romance in Snowy Mountain", "Nobita's the night Before a Wedding" dan "Goodbye, Doraemon...".
(ich/kmb)











































