Mengenal Lebih Dalam Perkembangan Film Indonesia di FILMARES Expo 2014

Mengenal Lebih Dalam Perkembangan Film Indonesia di FILMARES Expo 2014

- detikHot
Kamis, 27 Nov 2014 06:53 WIB
Mengenal Lebih Dalam Perkembangan Film Indonesia di FILMARES Expo 2014
Jakarta - FILMARES Expo untuk pertama kalinya diselenggarakan tahun ini di Jiexpo Kemayoran Jakarta. Sinematik Indonesia hadir untuk memperkenalkan perkembangan film Indonesia dari masa ke masa.

Sinematek Indonesia merupakan sebuah lembaga swasta non-profit yang bertujuan untuk mengumpulkan dan melestarikan berbagai artefak terkait perfilman nasional. Mulai dari film, buku, skenario, majalah, kliping, biografi, data organisasi dan perusahaan film, peralatan, hingga undang-undang perfilman dan peraturan pemerintah.

Sebagai pusat informasi dan dokumentasi perfilman Indonesia yang berdiri sejak 1970, Sinematek pastinya telah mengikuti perkembangan teknologi perfilman Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat 1962 kalo bicara jujur semuanya serba manual, kemajuan melejit di tahun 2010 dan kemajuan teknologi itu harus segera dipahami dan diterapkan," cerita Adisurya Abdy, kepala Sinematek kepada DetikHOT, Rabu (26/11/14).

FILMARES Expo memberikan ilmu pengetahuan baru mengenai teknologi film Indonesia, serta memahami perjalanan perkembangan film.

Karena pada saat ini, teknologi sudah mempermudah segalanya dan dengan kecanggihan itulah banyak karya-karya lahir dan mencuat di dalam maupun luar negeri.

"Dahulu keuangan yang kita butuhkan 100%, sekarang mungkin hanya 1/3 nya. Dari biaya produksi dan lain lain. Karena kemudahan teknologi dan digitalnya, semua harus diterapkan dan diketahui," lanjut nya.

Sinematik Indonesia sendiri akan menampilkan film-film yang masih dibuat dengan teknologi lama pada tiga hari ini.

"Sinematik tidak jualan apa-apa, kita cuma mau informasikan, kita juga akan mempertontonkan film-film yang dibuat dengan teknologi lama, saat semuanya serba manual," imbuh Pak Abdy pada DetikHot selesai opening ceremony.

Film-film dengan format piringan hitam yang akan diputar seperti, 'Lewat Jam Malam' (1960), 'Si Ronda' (1970), 'Naga Bonar' (1980). Film ini akan diputar selama 26-28 November 2014 di stand Sinematek Indonesia.

(fk/dar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads